Logo SantriDigital

Puasa sunnah Dzulhijjah

Ceramah
M
M SYARIF
10 Mei 2026 4 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin sekalian, para ibu-ibu pengajian yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Alhamdulillah, kita dapat berkumpul kembali di majelis yang mulia ini. Sungguh sebuah anugerah yang tak terhingga dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, dapat kembali bersilaturahmi, menimba ilmu, dan mempererat ukhuwah sesama muslimah. Shalawat serta salam senantiasa kita panjatkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Pada kesempatan yang berbahagia ini, dengan memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala, saya ingin mengajak kita semua untuk kembali merenungi dan memahami salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang istimewa, bulan haji, bulan di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala menyempurnakan agama-Nya bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana firman-Nya: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمْ الْإِسْلَامَ دِينًا "Pada hari ini telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Kuredhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Ma'idah: 3) Terutama, kita akan fokus pada keutamaan puasa di awal bulan Dzulhijjah, yaitu pada sembilan hari pertama bulan tersebut. Para ulama sepakat bahwa puasa pada hari-hari ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ. "Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari sepuluh hari (Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bahkan jihad di jalan Allah pun tidak?" Beliau bersabda: "Bahkan jihad di jalan Allah pun tidak, kecuali seorang lelaki yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan membawa keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini tegas menunjukkan betapa besar pahala dan keutamaan beramal shalih di sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk di dalamnya adalah puasa. Puasa pada hari-hari ini, khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ. "Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun sebelum dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim) Bayangkan, Ibu-ibu sekalian, hanya dengan berpuasa satu hari di hari Arafah, kita bisa mendapatkan ampunan dosa selama dua tahun. Ini adalah kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan. Begitu pula dengan puasa di hari-hari lain dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Meskipun tidak disertakan pahala penghapus dosa dua tahun, tetap memiliki nilai amal shalih yang sangat dicintai Allah. Mengapa puasa di hari-hari ini begitu istimewa? Para ulama menjelaskan bahwa bulan Dzulhijjah adalah bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri. Kumpulan ibadah yang agung ada di bulan ini, seperti shalat Idul Adha, penyembelihan kurban, dan tentu saja ibadah haji. Puasa menjadi wujud kesungguhan kita dalam menyambut dan memanfaatkan keberkahan bulan ini. Melalui puasa, kita melatih diri untuk menahan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bagi kita, para ibu yang mungkin memiliki kesibukan rumah tangga dan mengurus keluarga, puasa sunnah Dzulhijjah ini bisa menjadi sarana untuk tetap menjaga kualitas ibadah di tengah rutinitas. Jika belum mampu berpuasa penuh di sembilan hari, cukuplah berpuasa pada hari Arafah. Atau bisa juga menggabungkannya dengan puasa Senin-Kamis di bulan tersebut. Intinya adalah kita berusaha untuk meraih keutamaannya sebatas kemampuan kita. Ingatlah, Ibu-ibu, amal sekecil apapun yang diniatkan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala akan bernilai besar di sisi-Nya. Marilah kita manfaatkan sisa waktu yang ada sebelum datangnya bulan Dzulhijjah untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, untuk dapat berpuasa dan beramal shalih di hari-hari yang penuh berkah ini. Janganlah kita menjadi orang yang lalai, yang terlewat begitu saja kesempatan emas ini. Oleh karena itu, marilah kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk lebih giat lagi beribadah dan beramal shalih. Mari kita ajak keluarga kita, anak-anak kita, untuk turut serta dalam kebaikan ini. Puasa sunnah Dzulhijjah adalah investasi akhirat yang sangat berharga. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni segala khilaf kita. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →