Logo SantriDigital

Puasa sunah bulan Dzulhijjah

Kultum
M
M SYARIF
10 Mei 2026 4 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (Surat Al-Hajj ayat 28) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي * * * Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak, Ibu, Saudara sekalian yang dirahmati Allah SWT. Jalan-jalan ke Kota Tua, Jangan lupa membeli kerak telur. Dzulhijjah sudah di depan mata, Ayo kita berpuasa, biar badan sehat dan jujur! Nah, kok nyambungnya ke kerak telur, ya? Begini, Bapak Ibu. Kadang kita ini suka bingung ya, bulan apa saja yang ada puasa sunahnya. Puasa Senin-Kamis, yo wis lah, jadi kebiasaan. Puasa Ayyamul Bidh, pertengahan bulan, lumayan juga. Eh, tapi ini ada bulan spesial, bulan Dzulhijjah. Bulan yang banyak berkah, bahkan Allah sampai mengabadikan "hari-hari yang ditentukan" dalam Al-Qur'an. Jadi, jangan sampai kita menyia-nyiakan momen emas ini. Kenapa sih kok puasa sunah di bulan Dzulhijjah ini spesial? Ya, spesial banget! Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada hari-hari yang beramal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (HR. Bukhari) Lihat tuh, Bapak Ibu! "Lebih dicintai Allah". Kalau sudah dicintai Allah, apa yang kita mau, Insya Allah dikabulkan. Ibaratnya, kita lagi PDKT sama gebetan idaman, terus eh, ternyata dia lebih sayang sama kita. Seneng banget, kan? Nah, Allah lebih sayang lagi sama kita kalau kita beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini. Terus, ibadah apa saja yang paling dianjurkan? Selain puasa, ada takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih. Tapi yang fokus kita hari ini adalah puasa. Kenapa puasa? Karena puasa itu, Bapak Ibu, seperti tamengnya diri kita di dunia. Kalau kita puasa, kita jadi lebih sabar, lebih kontrol diri. Apalagi kalau di bulan Dzulhijjah ini, banyak godaan makan enak, kan? Nanti tanggal 10 Dzulhijjah, ada Hari Raya Idul Adha. Ada acara makan-makan, nyate bareng. Nah, kalau kita sudah terbiasa puasa di hari-hari sebelumnya, Insya Allah perut kita sudah siap tempur. Nggak langsung kaget. Ada anekdot nih, Bapak Ibu. Ada orang yang pas puasa Dzulhijjah, eh pas tanggal 10 Dzulhijjah dia lupa belum puasa dan langsung makan sate duluan. Pas dia mau ambil porsi kedua, istrinya bilang, "Mas, ini kan tanggal 10 Dzulhijjah, udah dilarang puasa lho." Eh, Bapaknya malah jawab, "Wah, syukurlah kalau begitu! Kirain masih puasa, jadi nggak enak motong puasa pas udah nyaman makan sate." (Tertawa kecil). Ini sekadar humor ya Bapak Ibu, jangan ditiru. Yang penting, kita paham bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini kesempatan luar biasa. Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pernah berkata: "Seandainya aku tidak berpuasa pada hari-hari ini, aku benar-benar berharap untuk bisa menebusnya dengan dua kali lipat di tahun depannya, karena keutamaannya." Ini kan nasihat dari sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah. Kalau beliau saja semangat, masa kita nggak? Apalagi puasa sunah ini tidak memberatkan. Kalau di hari biasa mungkin agak susah, tapi di awal Dzulhijjah ini, ayo kita coba maksimalkan. Puasa tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah? Wah, kalau itu luar biasa sekali! Baginda Nabi ﷺ pun menganjurkan puasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah, yang pahalanya bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Jadi, Bapak Ibu, mari kita jadikan puasa sunah di bulan Dzulhijjah ini sebagai ajang kita untuk "meningkatkan rating" di hadapan Allah SWT. Siapa tahu, dengan puasa kita, Allah berkenan menghapus dosa-dosa kita, menaikkan derajat kita, dan mengabulkan segala hajat kita. Jangan sampai momen indah ini berlalu begitu saja. Ingat, amal shalih di sepuluh hari awal Dzulhijjah itu "paling dicintai Allah". Oleh karena itu, mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga kita. Ajak anak-anak, ajak pasangan untuk ikut berpuasa. Toh kalaupun tidak kuat penuh, puasa di beberapa hari saja sudah pahala. Yang penting ada niat dan usaha. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita taufik dan hidayah-Nya untuk bisa beribadah kepada-Nya dengan sebaik-baiknya, terutama di bulan Dzulhijjah yang penuh berkah ini. Semoga puasa kita diterima, doa-doa kita dikabulkan, dan kita semua digolongkan menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →