Logo SantriDigital

Wapimatusafar

Ceramah
S
Silvia Muhalie
9 Mei 2026 5 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} (التوبة: 105). رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. * * * Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Bapak Kepala Desa, para alim ulama, para kiai, tokoh masyarakat, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga pada malam yang berbahagia ini kita dapat berkumpul di majelis yang mulia ini dalam keadaan sehat wal'afiat. Tak lupa shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Hadirin yang dirahmati Allah, Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya untuk sedikit berbagi dan mengingatkan kembali tentang sebuah tema yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu *Wapimatusafar*, sebuah perjalanan yang bukan sekadar fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Ada kalanya seorang mukmin diuji oleh Allah dengan sebuah perjalanan. Perjalanan ini bisa berupa perjalanan duniawi mencari nafkah, melanjutkan pendidikan, maupun hijrah dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun, tak jarang pula banyak di antara kita yang lupa. Lupa bahwa setiap langkah yang kita ambil, sejatinya adalah sebuah perjalanan yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 105: {وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} "Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pun Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu Dia akan memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.'" Ayat ini dengan tegas mengingatkan kita bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan, sekecil apapun itu, tidak akan pernah luput dari pandangan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terlebih lagi ketika kita sedang dalam "safar" atau perjalanan. Ada kalanya ketika kita bepergian, kita merasa lebih bebas, terlepas dari rutinitas sehari-hari, dan kadang kala lupa dengan kewajiban-kewajiban kita. Padahal, justru dalam kondisi itulah kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran kita sebagai seorang hamba Allah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba berjalan di suatu jalan, melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya sepanjang ia berjalan tersebut." (HR. Muslim) Ini menunjukkan bahwa perjalanan itu sendiri bisa menjadi ladang pahala dan penghapus dosa, asalkan kita niatkan untuk kebaikan dan mematuhi syariat Allah. Namun, sebaliknya, jika perjalanan itu kita isi dengan kemaksiatan, kelalaian, atau bahkan kezaliman, maka ia justru akan menjadi bumerang yang mencelakakan kita. Ulama besar, Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, ketika menjelaskan ayat di atas (Qur'an Surat At-Taubah: 105), beliau menekankan pentingnya ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah dalam setiap amal perbuatan. Beliau berkata, "Makna 'bekerjalah kalian' adalah kerjakanlah amal-amal saleh, baik yang lahir maupun yang batin. Dan sesungguhnya Allah akan senantiasa melihatnya, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin (pada hari kiamat). Dan kelak kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan." Hadirin sekalian yang dirahmati Allah, Dalam konteks *wapimatusafar* ini, yang perlu kita perhatikan adalah beberapa hal krusial. Pertama, niatkan setiap perjalanan kita karena Allah. Baik itu mencari rezeki untuk keluarga, silaturahmi, menuntut ilmu, atau bahkan sekadar berwisata. Jika niatnya lurus karena Allah, maka perjalanan itu akan bernilai ibadah. Kedua, jaga shalat kita. Ketika bersafar, ada keringanan dalam shalat, yaitu qashar (menggabungkan dua shalat fardhu). Manfaatkanlah keringanan ini dan jangan sampai meninggalkan shalat sama sekali. Ingatlah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: {إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا} "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin." (QS. An-Nisa': 103) Ketiga, jaga lisan dan perbuatan kita. Ketika kita jauh dari lingkungan kita, godaan maksiat seringkali lebih besar. Hindari ghibah, fitnah, perkataan kotor, dan perbuatan yang melanggar syariat. Keempat, perhatikan adab-adab safar. Mulai dari doa naik kendaraan, doa perjalanan, hingga adab berinteraksi dengan orang lain di tempat tujuan. Mari kita ambil contoh, seorang pedagang yang melakukan perjalanan bisnis. Agar safarnya bernilai ibadah, ia harus jujur dalam bertransaksi, tidak menipu, menjaga amanah pelanggan, dan tentu saja tetap mendirikan shalat lima waktu. Begitu pula seorang pelajar yang merantau. Ia harus fokus pada studinya, berbakti kepada guru, dan tidak menyia-nyiakan waktu serta biaya yang telah dikeluarkan orang tuanya. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Sesungguhnya, setiap perjalanan yang kita lakukan di dunia ini adalah cerminan dari perjalanan kita yang paling hakiki, yaitu menuju alam akhirat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: {يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ} "Wahai manusia! Sesungguhnya engkau bekerja keras menuju Tuhanmu, maka engkau akan menemui-Nya." (QS. Al-Insyiqaaq: 6) Oleh karena itu, mari kita renungkan kembali setiap perjalanan yang telah kita lalui dan yang akan kita jalani. Apakah sudah sesuai dengan tuntunan agama? Apakah sudah diniatkan karena Allah? Mari kita jadikan setiap *wapimatusafar* ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan jiwa, dan mengumpulkan bekal untuk kehidupan abadi di akhirat kelak. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, memudahkan setiap perjalanan kita, serta menerima segala amal ibadah kita. Aamiin. Atas segala khilaf dan kekhilafan yang mungkin ada dalam penyampaian saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih atas perhatiannya. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →