Tunangan
Sambutan
A
Ahmad Sayadi
5 Mei 2026
4 menit baca
4 views
Tentu, ini draf sambutan Anda dengan gaya lucu dan humoris untuk acara tunangan Anda. --- اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَل...
Tentu, ini draf sambutan Anda dengan gaya lucu dan humoris untuk acara tunangan Anda.
---
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (QS Ar-Rum: 21).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Yang terhormat para alim ulama, para kyai, para asatidz wal hasatidzah yang senantiasa menjadi lentera ilmu dan tuntunan kita. Wabil khusus, kepada keluarga besar dari [sebutkan nama calon mempelai wanita/pihak keluarga wanita] yang malam ini telah dengan gagah berani menyerahkan putrinya kepada saya (semoga saya kuat!), serta kepada seluruh tamu undangan yang hadir, masya Allah, luar biasa semangatnya, sampai-sampai rumah kediaman yang sangat mulia ini, milik [sebutkan nama keluarga calon mempelai wanita/pihak keluarga wanita]—sengaja saya sebut berulang-ulang biar hafal—menjadi saksi bisu momen bahagia kita.
Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menganugerahkan begitu banyak nikmat kepada kita, terutama nikmat sehat dan kesempatan untuk berkumpul dalam acara yang berbahagia ini. Juga shalawat serta salam kita hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Amin.
Nah, kalau tadi sudah bersyukur, sekarang sekilas tentang diri saya. Saya ini yang depan ini, yang insya Allah sebentar lagi sah jadi calon suami dari wanita idaman (sekarang udah jadi calon istri, hati-hati!), namanya [Nama Anda]. Jadi, kalau ada gerak-gerik aneh atau pidato yang agak nyeleneh, maklumi saja, mungkin ini efek bahagia luar biasa yang harus diakui.
Teruntuk keluarga besar [Nama keluarga calon mempelai wanita/pihak keluarga wanita], terima kasih banyak atas kepercayaan dan kerelaannya untuk menerima saya sebagai calon menantu. Sejujurnya, waktu pertama kali datang untuk melamar, lutut ini rasanya mau copot. Takut salah ngomong, takut salah baca Alfatihah (jangan sampai terjadi di acara penting!), tapi alhamdulillah, hari ini saya berdiri tegak, walau hati masih deg-degan sedikit. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu [nama orang tua calon mempelai wanita] yang sudah mendidik anak beliau dengan begitu baik, sampai saya yang tadinya "buyung" sekarang mau jadi "saurang" (kalau dalam bahasa Sunda, artinya "satu").
Kepada seluruh panitia yang notabene adalah keluarga dari [Nama keluarga calon mempelai wanita/pihak keluarga wanita] yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini dengan meriah dan penuh cinta, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Acara sesukses dan sehangat ini tentu tak lepas dari jerih payah dan keringat kalian. Kalian luar biasa!
Dan kepada seluruh hadirin sekalian, kehadiran Anda semua adalah kado terindah bagi kami. Terima kasih telah meluangkan waktu, energi, dan bahkan mungkin sedikit menahan rasa kenyang karena makanannya enak, untuk hadir di hari bahagia ini. Dukungan doa dan kehadiran Anda sangat berarti bagi kami.
Hadirin yang berbahagia,
Acara pertunangan ini, di mata saya, adalah sebuah titik nol baru. Ibaratnya, kalau hidup ini sebuah game, kita baru saja membuka level baru yang lebih menantang, tapi juga lebih seru. Dan di level ini, kita tidak sendirian. Kita punya partner, punya teman seperjuangan. Sesuai firman Allah dalam surat Ar-Rum tadi, pernikahan itu adalah untuk sakinah, mawaddah, wa rahmah. Intinya, biar kita bisa saling menenangkan, saling mencintai, dan saling menyayangi. Kalau ada yang bilang tunangan itu cuma formalitas biar bisa pacaran lebih leluasa, wah, salah besar! Justru ini momen sakral untuk menguatkan komitmen, biar nantinya nggak ada lagi cerita "eh, kemarin kamu bilang cinta, kok sekarang kok pindah haluan?"
Dalam Islam, komitmen ini sangat dijaga. Bahkan ada hadits yang mengatakan, "Ada tiga perkara yang jika ketiganya tertunate dalam diri seseorang, maka ia telah merasakan manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya; (2) Cinta kepada seseorang tiada lain hanya karena Allah; (3) Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Bukhari dan Muslim). Nah, cinta kita ini juga harus karena Allah ya, biar berkah sampai jenjang pelaminan.
Tentu, perjalanan ke depan tidak akan selalu mulus seperti jalan tol yang baru diresmikan. Akan ada tantangan, akan ada ujian. Tapi dengan niat yang tulus, komunikasi yang baik, dan tentu saja, doa yang tak henti, saya yakin kami bisa menavigasi badai kehidupan ini. Saya berharap, acara ini bukan hanya sekadar seremonial semata, tapi menjadi penguat tekad kami untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta menjadi keluarga yang senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Terakhir, sebagai penutup—dan ini penting, karena kalau cerewetnya saya nanti kelamaan, bisa-bisa yang sebelah sana batal nerima—saya ingin memohon doa restu dari kita semua. Semoga niat baik kami untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan dilancarkan oleh Allah SWT.
Terima kasih banyak atas segala perhatiannya. Jika ada tutur kata yang kurang berkenan, senyum yang mungkin terlalu lebar, atau lelucon yang garing—maklum lah, namanya juga lagi jatuh cinta—mohon dimaafkan lahir batin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
---