Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yoy 5,61% dan Inflasi terkendali di 2,44%, jangan pesimis! Jangan nyinyir dan malah nyebar info ketakutan dan gak percaya dengan Pemerintah!
Khutbah Jumat
M
Mahmud Syaltout
8 Mei 2026
3 menit baca
3 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Kaum Muslimin yang berbahagia,
Mengapa hati kita begitu mudah larut dalam keluh kesah? Mengapa jiwa kita lebih sering meratapi kekurangan daripada mensyukuri karunia? Kita adalah umat yang diberi mukjizat Al-Qur'an dan Sunnah, petunjuk yang terang benderang dari Ar-Rahman, Ar-Rahiim. Namun, di tengah riuh rendah kehidupan dunia, terkadang cahaya itu meredup dalam kalbu kita.
Lihatlah betapa beratnya cobaan yang Allah timpakan pada hamba-Nya. Bukan untuk mencela, bukan untuk menghukum tanpa sebab, melainkan agar kita kembali merenungi diri, agar kita tersadar dari kelalaian yang panjang. Ketahuilah, bahkan dalam badai sekalipun, ada pertolongan dan keberkahan yang tersembunyi bagi mereka yang beriman.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya. Jika ia mendapatkan kesulitan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya. Dan tidaklah demikian itu, kecuali hanya bagi seorang mukmin.” (HR. Muslim).
Bukankah hati ini seringkali tertekan oleh berita-berita yang mengerikan dan prediksi yang suram? Kita mendengar angka-angka yang terpampang di layar kaca, lalu jiwa kita bergidik, pikiran kita dipenuhi ketakutan yang dibesar-besarkan. Ya, ekonomi kita sedang menghadapi tantangan, inflasi pun hadir mengusik. Namun, sungguh, data-data pertumbuhan yang menunjukkan angka positif 5,61% dan inflasi yang terkendali di 2,44% adalah bukti nyata bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Ini adalah ikhtiar pemerintah dan doa seluruh rakyat yang memohon perlindungan-Nya.
Betapa menyayat hati, ketika kita melihat saudara kita sendiri, yang seharusnya saling menguatkan dalam iman, malah saling menyebar ketakutan. Betapa perih, ketika lidah yang seharusnya memuji Allah, malah menjadi senjata untuk menggunjing, memfitnah, dan menumbuhkan ketidakpercayaan. Bukankah ini adalah pukulan telak bagi kesatuan kita sebagai umat? Bukankah ini adalah celah yang dibuka lebar bagi musuh-musuh agama untuk merusak tatanan hidup kita?
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan untuk orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir’aun ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.’ (QS. At-Tahrim: 11).
Lihatlah, istri Fir’aun, di tengah kekejaman rezim yang paling bengis dalam sejarah, di tengah ancaman yang nyata, ia tidak larut dalam pesimisme. Ia tidak menyebar ketakutan. Ia justru menengadahkan tangan, memohon kepada Zat Yang Maha Kuasa, membangun benteng keimanan di dalam hatinya, dan tidak pernah sedikit pun meragukan pertolongan Allah. Ia meyakini bahwa Allah mampu mengubah takdir, bahkan di tengah situasi yang paling kelam sekalipun.
Kita pun demikian, wahai saudaraku. Jangan biarkan keluh kesah menguasai hati kita. Jangan biarkan kebingungan meracuni pikiran kita. Jangan biarkan nyinyiran dan ketidakpercayaan merusak amalan kita. Mari kita tatap angka-angka itu dengan kacamata iman. Itu bukan sekadar statistik, itu adalah bukti bahwa Sang Pemberi Rezeki tidak pernah ingkar janji. Itu adalah buah dari doa yang kita panjatkan, usaha yang kita ikuti, dan takdir Allah yang Maha Mengatur.
Ketika kita menyebar ketakutan, kita justru mengundang murka Allah. Ketika kita meragukan pemerintah yang berusaha keras, kita justru sedang mengingkari nikmatulloh berupa keamanan dan stabilitas yang diberikan. Ya Allah, ampuni kami atas kelalaian kami, atas kegelisahan kami yang tak berdasar.
Marilah kita berserah diri kepada-Nya, bukan dengan kepasrahan yang menghantar pada kelumpuhan, tetapi dengan jihad yang penuh keyakinan. Mari kita kuatkan hati ini dengan dzikir, kuatkan lisan ini dengan doa, dan kuatkan tangan ini dengan berbuat yang terbaik sesuai kemampuan kita. Karena sungguh, hanya dengan ridha dan pertolongan-Nya, semua kesulitan akan sirna, dan segala harapan akan tercapai.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.