Penyerahan calon pengantin putra
Sambutan
N
Nanang Fathullah
8 Mei 2026
4 menit baca
3 views
Tentu, ini dia naskah sambutan gaya lucu dan humoris untuk acara penyerahan calon pengantin putra: --- اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَر...
Tentu, ini dia naskah sambutan gaya lucu dan humoris untuk acara penyerahan calon pengantin putra:
---
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَ نْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
يَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْكِرَامُ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
"وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ" (الروم: 21)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
---
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua!
Yang terhormat, para alim ulama, sesepuh sepuh sepuh, para kyai, asatidz, asatidzah, juga seluruh keluarga besar dari… (sebutkan nama keluarga calon pengantin wanita)… yang kami banggakan, *wabil khusus* kepada Bapak/Ibu… (nama orang tua calon pengantin wanita, jika hadir) yang dengan sabar menanti kedatangan kami.
Dan tak lupa, para tamu undangan sekalian, *sampean kabeh sehat?* Alhamdulillah.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita di hari yang berbahagia ini, di sebuah momen sakral yang sedikit banyak akan mengguncang dunia (setidaknya dunia calon pengantin kita ini!). Dan tak lupa, shalawat beriring salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, sang suri tauladan yang insya Allah akan terus kita cintai hingga akhir hayat. Amin.
Bapak Ibu sekalian, di sini saya berdiri tidak sendirian. Saya diutus, ditugaskan, bahkan bisa dibilang *dioper* oleh keluarga besar kami, Shohibul hajat, untuk hadir di hadapan Anda semua. Saya diberikan sebuah amanah besar. Bukan, bukan amanah untuk memenangkan lotre atau menemukan cara agar bapak-bapak tidak ngantuk saat duduk di pengajian. Amanah saya hari ini adalah untuk menyerahkan… *monggo disiapkan mentalnya*… calon pengantin putra kami, yang tampan, beriman, dan alhamdulillah… masih single sebelumnya!
(Sambil sedikit merangkul atau menunjuk ke arah calon pengantin pria, dengan senyum lebar)
Ini dia barangnya! Yang insya Allah akan segera menjadi menantu kesayangan Anda. Beliau ini bernama ananda… (sebutkan nama calon pengantin pria). Sejak kecil kami sudah mendidiknya dengan penuh kasih sayang, mengajarkan hal-hal baik, dan selalu mengingatkan untuk tidak mencuri mangga tetangga. *Eh, kayaknya ada yang kelewatan ya?*
Tapi sungguh, Bapak Ibu, momen ini adalah sebuah kebahagiaan tiada tara bagi keluarga kami. Kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Shohibul hajat, keluarga besar… (nama keluarga calon pengantin wanita), yang telah berkenan menerima lamaran kami dengan tangan terbuka dan hati yang lapang. Ternyata, selera putri Anda memang luar biasa ya, sampai memilih calon dari kami!
Terima kasih juga untuk seluruh panitia yang sudah bekerja keras, yang pasti malam ini tidurnya agak terganggu demi kelancaran acara ini. Dan kepada seluruh hadirin yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan mungkin juga kuota internetnya untuk datang kemari, kami ucapkan terima kasih banyak. Kehadiran Anda semua adalah energi positif bagi pernikahan ananda berdua.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Acara yang sangat penting ini, penyerahan calon pengantin pria, bukanlah sekadar seremonial belaka. Ini adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang, pondasi awal dari sebuah mahligai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dalam Al-Qur'an sudah ditegaskan, seperti yang tadi dibacakan:
"وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ" (الروم: 21)
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Sungguh, ketika Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, itu bukan untuk membuat salah satu pihak merasa kesepian, tapi agar saling mengisi hati, saling memberi ketenangan. Bukan "kamu bagiku, aku bagimu" tapi lebih ke "kita untuk Allah, Allah untuk kita". Kayak… seblak level 5 lah, ada pedesnya, ada gurihnya, ada kawanannya.
Dan jangan lupa, sebuah hadits yang sering kita dengar:
"إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ دِيْنِهِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى النِّصْفِ الْبَاقِى"
“Barang siapa yang menikah, maka sesungguhnya ia telah memelihara separuh agamanya. Maka bertakwalah ia kepada Allah untuk separuh yang tersisa.”
Separuh agama sudah aman! Tinggal separuh lagi, semoga dijaga dengan baik ya oleh ananda berdua. Jagalah separuh agama ini seperti menjaga *password* akun bank Anda. Jangan sampai jatuh ke tangan yang salah, apalagi dipakai buat beli *game* yang tidak penting!
Hadirin sekalian,
Melalui kesempatan yang berbahagia ini, atas nama keluarga besar calon pengantin pria, kami secara resmi menyerahkan ananda (nama calon pengantin pria) kepada keluarga besar… (nama keluarga calon pengantin wanita). Kami titipkan sepenuhnya, seperti menitipkan anak kucing ke tetangga yang kami percaya. Semoga Anda dapat merawatnya dengan baik, mendidiknya dengan penuh cinta, dan yang terpenting… jangan sampai dia lupa jalan pulang!
Kami berharap, acara ini menjadi awal yang manis untuk segala persiapan menuju hari bahagia. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan, melancarkan semua proses, dan memberkahi pernikahan ananda berdua kelak.
Baik Bapak Ibu sekalian, mungkin itu sedikit pengantar dari saya yang agak nyeleneh ini. Saya mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan, ada candaan yang kurang lucu, atau justru terlalu lucu sampai bikin lupa tujuan. Semua itu semata-mata untuk mencairkan suasana, agar kita semua *happy* dan energinya positif.
Terima kasih sekali lagi atas kehadirannya.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ