Logo SantriDigital

penting menyembelih hewan kurban

Kultum
M
Masrur
7 Mei 2026 4 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ} (الكوثر: 2) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin, Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian yang dirahmati Allah. Jalan-jalan ke pasar pagi, Membeli kain berwarna cerah. Mari kita renungkan diri, Ujian harta di Hari Raya Aidil Adha. Syukur adalah nikmat tak terperi, Semoga hadir di hati. Semoga selalu kita syukuri, Anugerah Ilahi tak berhenti. Alhamdulillah, kita kembali dipertemukan dengan bulan Dzulhijjah, bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah, bulan di mana syariat kurban disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kurban, atau dalam bahasa Arab disebut Udhiyah, bukan sekadar tradisi tahunan, bukan pula sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, kurban adalah sebuah bentuk ibadah yang sangat mendalam, sebuah manifestasi ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Al-Hajj ayat 34: {وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ} Artinya: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan kurban, agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Maka Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." Ayat ini dengan jelas menegaskan bahwa ibadah kurban telah disyariatkan untuk umat-umat terdahulu, dan bagi kita umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kurban adalah salah satu bentuk penyerahan diri kita sepenuhnya kepada Allah. Semakin kita menyadari nikmat rezeki yang Allah berikan, semakin besar pula kewajiban kita untuk mensyukurinya, dan salah satu bentuk syukur itu adalah dengan menyembelih hewan kurban. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang memiliki kelapangan dan tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Hadis ini tegas, menunjukkan betapa pentingnya ibadah kurban ini dalam pandangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini bukan ancaman, melainkan peringatan agar kita tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah yang telah Allah berikan. Seorang ulama besar, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, pernah berkata: "Menyembelih kurban adalah syiar Islam yang agung, yang menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, dan pahala bagi orang yang melakukannya." Hadirin yang dimuliakan Allah, Ibadah kurban mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga. Ingatlah kisah Nabi Ibrahim alaihissalam, yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail alaihissalam. Tanpa ragu, tanpa bertanya "mengapa?", Nabi Ibrahim siap melaksanakan perintah Sang Pencipta. Demikian pula Nabi Ismail, yang dengan ikhlas berkata, "Wahai Ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah kamu akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar." (QS. Ash-Shaffat: 102). Kisah ini adalah puncak penyerahan diri, puncak ketundukan, dan puncak cinta kepada Allah. Ketika kita menyembelih hewan kurban, sejatinya kita sedang menghidupkan kembali spirit pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail di dalam diri kita. Kita sedang melatih diri untuk melepaskan sesuatu yang kita cintai, sesuatu yang kita miliki, demi kecintaan yang lebih hakiki kepada Allah. Mari kita renungi, apa yang kita korbankan hari ini? Apakah harta kita yang kita sedekahkan? Apakah waktu kita yang kita luangkan untuk kebaikan? Atau jangan-jangan, kita masih terlalu terikat dengan dunia, enggan melepaskan sedikit harta yang Allah titipkan untuk tujuan yang mulia? Ibadah kurban bukanlah sekadar menyembelih domba, sapi, atau unta. Kurban adalah membersihkan hati dari sifat bakhil, melatih keikhlasan, menumbuhkan rasa empati kepada fakir miskin yang kita bagikan dagingnya, dan yang terpenting, adalah bukti nyata kecintaan kita kepada Allah yang mengalahkan cinta kita pada harta dan dunia. Maka, jika kita termasuk orang yang belum berkurban, janganlah berputus asa. Tetapkan niat yang kuat mulai saat ini untuk mempersiapkan diri di tahun-tahun mendatang. Bagi yang mampu, janganlah menunda. Segerakanlah, carilah hewan yang terbaik, dan lakukanlah dengan penuh keikhlasan. Ingatlah, ini bukan tentang kuantitas hewan yang disembelih, tetapi kualitas pengorbanan dan ketakwaan yang kita tunjukkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang taat, yang senantiasa menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya, dan menjadikan ibadah kurban ini sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →