Logo SantriDigital

Menuntut Ilmu dan Menghormati Guru

Kultum
Z
ZAENAL ABIDIN
9 Mei 2026 3 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ} (المجادلة: 11) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Jemaah sekalian yang dirahmati Allah, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya. Ada sebait pantun indah untuk memulai kebersamaan kita pagi ini: Beli buku di pasar malam, Pulangnya mampir makan bakwan. Mencari ilmu adalah kewajiban, Guru dihormati, jalan ke surga pun diimbangi nan aman. Ah, kalau bicara ilmu, wah, ini topik yang rasanya kayak sinyal *loading* di HP kita ya, kadang kuat, kadang *lemot*, tapi kalau nggak ada ya repot! Terlebih lagi kalau kita bicara tentang menuntut ilmu dan bagaimana kita seharusnya menghormati guru kita. Dulu, para sahabat Nabi itu berlomba-lomba mencari ilmu. Sampai saking semangatnya, kadang mereka salah paham. Pernah ada sahabat yang ditanya, "Kamu belajar apa hari ini?" Dijawab, "Saya belajar sabar, karena melihat Rasulullah salat malam sampai kaki bengkak." Loh, kok nggak belajar salat malamnya? Ternyata, beliau belajar dari *gurunya*, yaitu Rasulullah ﷺ, termasuk cara bersabar memetik pelajaran. Ini penting, bahwa melihat dan berinteraksi dengan guru saja sudah bisa jadi pelajaran berharga. Saking pentingnya ilmu, Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Mujadalah ayat 11: {يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ} Artinya: "Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." Lihat? Bukan cuma iman aja yang ditinggikan, ilmu juga! Jadi, kalau kita ingin naik derajat, ya salah satunya dengan menuntut ilmu. Nah, kalau sudah menuntut ilmu, jangan lupa sama gurunya. Jangan hanya pintar di buku, tapi lupakan siapa yang mengajar. Ibaratnya kita makan enak, tapi lupa sopir yang nganterin ke warungnya. Begitu kan? Rasulullah ﷺ bersabda: "مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ" Artinya: "Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Kalau guru kita sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengajarkan kita, masa kita tidak punya rasa terima kasih? Ulama salaf pernah berkata, "Menundukkan diri saat belajar di hadapan guruku adalah lebih aku sukai daripada membebaskan budak." Bayangkan! Beliau lebih memilih kerendahan hati saat menuntut ilmu daripada kekayaan besar. Kenapa? Karena ilmu yang didapat dengan rasa hormat itu berkah. Kalau kita belajar karena disuruh atau takut dimarahi, ilmunya mungkin cuma nempel di otak sementara, tapi kalau kita belajar dengan hati yang tawadhu' dan hormat, ilmunya akan meresap sampai ke jiwa. Ingat kisah Imam Syafi'i yang dulu tidak berani mengambil sehelai kertas pun dari rumah gurunya, Imam Malik, karena takut mengambil hak beliau. Saking hormatnya! Nah, kalau kita? Kadang bukunya guru suka dipinjam nggak dikembalikan, atau tugasnya ditunda-tunda. Coba deh, mulai sekarang kita perbaiki adab kita sama guru. Sapa dengan senyum, dengarkan dengan khusyuk, dan doakan mereka. Siapa tahu, berkat doa dan hormat kita, Allah bukakan pintu ilmu yang lebih lebar. Baiklah jemaah sekalian, mari kita jadikan momen ini untuk merenungi. Sudahkah kita benar-benar menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh? Sudahkah kita menghormati guru-guru kita, baik yang mengajar di sekolah, di masjid, atau bahkan orang tua kita yang telah mengajarkan banyak hal dalam kehidupan ini? Yuk, kita mulai dari hal kecil: Ucapkan terima kasih dengan tulus kepada guru kita hari ini. Jika ada kesempatan, tanyakan kabar mereka. Dan yang terpenting, amalkan ilmu yang sudah kita dapat agar ilmu itu menjadi cahaya bagi diri kita dan orang lain. Semoga Allah senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat dan hati yang selalu menghormati para pendidiknya. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →