Logo SantriDigital

menjaga sholat 5 waktu

Khutbah Jumat
F
Fikri Muhammad
8 Mei 2026 4 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Di hadapan setiap hamba Allah yang beriman, berdirilah sebuah tiang agama yang kokoh, mercusuar kehidupan yang menerangi setiap relung jiwa. Ia adalah shalat, ibadah yang tak terpisahkan dari eksistensi seorang mukmin, ibadah yang menjadi jembatan penghubung antara makhluk dan Sang Khaliq. Lima kali dalam sehari semalam, sang waktu memanggil, mengukir janji suci untuk menghadap-Nya, untuk menunaikan hak-Nya, dan untuk meneguhkan kembali akar keimanan dalam relung hati yang terdalam. Shalat, wahai saudaraku seiman, bukanlah sekadar gerakan raga yang diulang-ulang, bukan pula rutinitas kosong tanpa makna. Shalat adalah napas kehidupan spiritual kita. Ia adalah nafas yang memompa kesadaran diri, pengingat konstan akan kelemahan kita dan kemahakuasaan Allah Ta'ala. Ia adalah saat di mana kita menundukkan kepala, melepaskan segala kesombongan dunia, dan menyatakan dengan lantang, "Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5) Pernahkah kita merenungi, betapa banyak nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita? Nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, nikmat iman. Namun, seringkali kita tergelincir dalam kelalaian. Tuntutan dunia yang fana, godaan syahwat yang membisik, kesibukan yang menjerat, semua itu perlahan mengikis nilai shalat dalam diri kita. Panggilan adzan terdengar, namun telinga kita seolah tuli. Hati kita bergetar, namun langkah kaki kita enggan beranjak. Menunda, menunda lagi, hingga akhirnya waktu shalat berlalu begitu saja, meninggalkan jejak penyesalan yang membekas di sanubari. Ketahuilah, saudaraku, shalat adalah tiang agama. Sebagaimana tiang menopang sebuah bangunan, maka shalat menopang tegaknya keislaman seseorang. Jika tiang itu runtuh, maka bangunan itu pun akan roboh. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " إِسْلَامٌ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامُ الصَّلَاةِ، وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ، وَحَجُّ الْبَيْتِ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ. " (Muttafaq 'alaih) Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan." Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tegas menyatakan kerugian orang-orang yang lalai dalam shalatnya: " ذَلِكَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ " (An-Nisa': 149) Artinya: "Itulah kerugian yang nyata." Alangkah mengerikannya kenyataan ini, saudaraku. Shalat yang kita tinggalkan, shalat yang kita tunda sesuka hati, shalat yang kita kerjakan sekadarnya, bukanlah sekadar sebuah kehilangan ibadah, melainkan sebuah kerugian yang hakiki, sebuah kegagalan dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika Allah memerintahkan kita untuk mendirikan shalat, Dia tidak bertanya apakah kita sanggup atau tidak. Dia menetapkan kewajiban itu sebagai bentuk kasih sayang-Nya, sebagai sarana untuk membersihkan diri kita dari segala dosa dan kesalahan. Bayangkan, wahai Saudaraku, bagaikan seorang anak yang merindukan sentuhan kasih ibunya, demikianlah hati kita merindukan kedekatan dengan Allah. Shalat adalah momen puncak kerinduan itu. Saat kita berdiri tegak di hadapan-Nya, sejenak dunia terhenti, segala urusan dunia menjadi tidak berarti. Hanya ada kita dan Allah. Dalam heningnya sujud, kita mencurahkan segala isi hati, segala keluh kesah, segala harapan. Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengerti. Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang datang dengan tulus. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Mari kita renungkan kembali, berapa banyak waktu yang telah kita sia-siakan di luar sana? Waktu yang seharusnya kita gunakan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Jam-jam yang habis terbuang untuk kesibukan yang tidak berarti, untuk percakapan yang sia-sia, untuk hiburan yang melenakan. Sungguh, setiap detik yang berlalu tanpa kita menyebut nama Allah adalah detik yang merugikan. Dosa-dosa kita menumpuk bagaikan bukit yang menjulang tinggi. Namun, rahmat Allah lebih luas dari itu. Shalatlah yang menjadi penghapus dosa-dosa kita. Sebagaimana air membersihkan kotoran dari tubuh, shalat membersihkan dosa-dosa kita dari jiwa. "Lima shalat lima waktu dan (shalat) Jumat ke Jumat berikutnya menghapus dosa-dosa yang terjadi di antara keduanya, selama tidak ditutupi dosa besar." (HR. Muslim) Maka, marilah kita kembali, wahai hamba-hamba Allah yang tercinta. Bangkitkan kembali semangat kita untuk menjaga shalat lima waktu. Jadikan ia sebagai prioritas utama, sebagai denyut nadi kehidupan kita. Jangan biarkan ia menjadi beban, melainkan jadikan ia sebagai penyejuk mata, pelipur lara, dan bekal terbaik menuju keharibaan-Nya. Mulailah dari sekarang, sebelum penyesalan datang terlambat. Sempurnakan wudhunya, hadirkan kekhusyukan dalam shalatnya, dan rasakan keindahan munajat kepada Allah Yang Maha Kuasa. Niscaya, Allah akan melapangkan dada kita, menerangi hati kita, dan memberkahi setiap langkah kehidupan kita. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →