Logo SantriDigital

Menjaga keimanan di akhir zaman

Ceramah
F
Fauzi hadi
6 Mei 2026 4 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَيْفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ (Surat Al-A'raf ayat 201) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Bapak Kepala Desa, para alim ulama, tokoh agama, para sesepuh, bapak-bapak, ibu-ibu, serta seluruh kaum muslimin muslimat yang berbahagia. Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi saya pada kesempatan yang berbahagia ini untuk bisa bersama-sama dengan Bapak, Ibu sekalian, bertatap muka, bermuwajaha, dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan ini. Sore ini, udara terasa begitu sejuk, hati terasa begitu tenteram karena kita bersilaturahmi, berkumpul di rumah Allah, dalam rangka menuntut ilmu. Mudah-mudahan kehadiran kita semua dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh dan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita kelak di akhirat. Bapak, Ibu sekalian, Tema yang akan kita bahas pada kesempatan ini adalah "Menjaga Keimanan di Akhir Zaman." Sebuah tema yang sangat krusial, sangat penting untuk kita renungkan dan kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama di zaman yang katanya adalah akhir zaman ini. Kenapa disebut akhir zaman? Karena banyak sekali tanda-tanda yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik tanda-tanda kecil maupun tanda-tanda besar, yang mulai bermunculan dan semakin jelas terlihat di sekitar kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, "Akan datang suatu zaman kepada umat manusia, di mana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti memegang bara api." (Hadits Riwayat Tirmidzi). Hadits ini memberikan gambaran betapa sulitnya mempertahankan keimanan di akhir zaman. Ujian dan cobaan datang silih berganti, godaan dan rayuan duniawi semakin menggoda, serta fitnah semakin merajalela. Di akhir zaman ini, berbagai macam tantangan akan kita hadapi. Adanya banyak bid'ah dan penyimpangan akidah, merajalelanya maksiat dan kezaliman, hilangnya rasa malu, serta tasyabuh (menyerupupai) orang kafir dalam berbagai aspek kehidupan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-A'raf ayat 201 yang sudah kita bacakan tadi, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka ditimpa godaan dari setan, mereka segera mengingat Allah, lalu mereka melihat (kesalahan mereka)." Ayat ini menekankan pentingnya kesadaran dan segera kembali kepada Allah saat godaan datang. Bagaimana cara kita menjaga keimanan di tengah badai fitnah ini? Pertama, dengan memperkuat ilmu agama. Mempelajari Al-Qur'an dan As-Sunnah secara benar adalah pondasi utama. Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menyebutkan, "Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, maka Allah akan memberinya pemahaman dalam urusan agama." (Muttafaq 'alaih). Dengan ilmu, kita bisa membedakan mana yang haq (kebenaran) dan mana yang bathil (kesesatan). Kedua, banyak berdzikir dan berdoa. Dzikir kepada Allah akan menenangkan hati, sebagaimana firman-Nya, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28). Doa adalah senjata orang mukmin. Mintalah pertolongan kepada Allah agar senantiasa dijaga keimanan kita. Ketiga, memilih teman yang shaleh. Lingkungan sangat berpengaruh. Berkumpul dengan orang-orang baik akan membawa kebaikan, sebaliknya, bergaul dengan orang-orang buruk akan menyeret kita kepada keburukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan pandai besi..." (Muttafaq 'alaih). Keempat, banyak mengingat kematian dan kehidupan akhirat. Mengingat kematian akan membuat kita lebih serius dalam beribadah dan menjauhi maksiat. Sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang ulama, "Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini adalah jembatan menuju akhirat. Maka, janganlah kita tertipu oleh keindahannya." Bapak, Ibu sekalian, Menjaga keimanan di akhir zaman bukanlah perkara yang mudah, namun bukanlah perkara yang mustahil. Dengan pertolongan Allah, dengan usaha yang sungguh-sungguh, kita bisa tetap teguh di atas agama-Nya. Ingatlah firman Allah, "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ankabut: 69). Mari kita jadikan kehidupan dunia ini sebagai ladang amal untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menganugerahkan kepada kita keimanan yang kokoh, ketakwaan yang tulus, serta husnul khatimah. Aamiin. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan dalam ucapan maupun perbuatan. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →