memilih pertemanan yang baik
Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026
4 menit baca
3 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (التوبة: 119).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat para alim ulama, para kiai, para asatidz, asatidzah, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara-saudari sekalian yang dirahmati Allah SWT.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mengumpulkan kita pada malam yang berbahagia ini dalam rangka menuntut ilmu dan menguatkan iman. Semoga kehadiran kita dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan sedikit tausiyah mengenai tema yang sangat penting bagi kehidupan kita semua, yaitu "Memilih Pertemanan yang Baik". Di zaman yang penuh dengan tantangan ini, peran teman sangatlah krusial dalam membentuk kepribadian dan mengarahkan langkah hidup kita.
Hadirin sekalian,
Dalam Al-Qur'an surat Al-Furqan ayat 28-29 Allah SWT berfirman:
يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
Artinya: "Aduhai, celakalah aku! Sekiranya aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku (yakni orang yang menyesatkan). Sungguh, aku telah kusesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) sesudah datang kepadaku. Dan adalah setan itu benar-benar menyerah kepada manusia." (QS. Al-Furqan: 28-29)
Ayat ini memberikan gambaran betapa berbahayanya memiliki teman yang tidak baik. Di akhirat kelak, orang yang menyesal akan berkata, "Celaka aku, kenapa aku punya teman seperti dia yang menjerumuskanku dari kebenaran." Ini adalah peringatan keras bagi kita untuk senantiasa hati-hati dalam memilih teman.
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
Artinya: "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak kasturi dan pandai besi. Adapun penjual minyak kasturi, barangkali ia akan memberimu minyak, atau engkau membelinya, atau engkau mencium bau wangi darinya. Adapun pandai besi, barangkali ia akan membakar pakaianmu, atau engkau mencium bau busuk darinya." (HR. Bukhari & Muslim)
Dari hadits ini, kita dapat memahami bahwa teman yang baik itu bagaikan penjual minyak kasturi, yang membawa kebaikan, wangi, dan manfaat. Minimal, kita bisa mencium keharumannya. Sebaliknya, teman yang buruk itu ibarat pandai besi, yang bisa membakar, mencelakai, atau setidaknya memberikan bau yang tidak sedap.
Lalu, kriteria teman yang baik itu seperti apa?
Pertama, teman yang baik adalah teman yang senantiasa mengingatkan kita kepada Allah SWT. Ketika kita lalai, ia akan mengingatkan. Ketika kita berbuat salah, ia akan menegur dengan bijak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 195:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَىٰ التَّهْلُكَةِ ۛ
Artinya: "...dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..." (QS. Al-Baqarah: 195)
Teman yang baik akan membantu kita untuk tidak terjerumus ke dalam kebinasaan. Ia akan mengajak kita untuk berbuat baik, beribadah, dan menjauhi larangan Allah. Ia adalah cerminan dari firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 221:
إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Artinya: "Sesungguhnya mereka mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka." (QS. Al-Baqarah: 221) (Ayat ini merujuk pada ajakan buruk, kebalikan dari ajakan teman baik)
Kedua, teman yang baik adalah teman yang senantiasa memberikan nasihat yang tulus, baik saat kita senang maupun susah. Ia tidak hanya ada saat kita membutuhkan, tetapi juga turut berbagi kebahagiaan dan kesedihan. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada sahabat-sahabatnya.
Ketiga, teman yang baik adalah teman yang perilakunya mencerminkan nilai-nilai Islam. Ia menjaga lisannya dari perkataan kotor, menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama.
Bagaimana kita mengaplikasikan ini dalam kehidupan sehari-hari di desa kita?
Mari kita mulai dengan bermuhasabah, melihat kembali lingkaran pertemanan kita. Apakah teman-teman kita adalah orang-orang yang senantiasa mengajak kita kepada kebaikan? Apakah mereka adalah orang-orang yang ketika bergaul dengan mereka, hati kita menjadi lebih tenang dan dekat kepada Allah?
Jika ternyata ada teman-teman yang justru menjauhkan kita dari Allah, maka dengan segala kerendahan hati dan kebijaksanaan, kita perlu mengevaluasi kembali hubungan tersebut. Bukan berarti kita harus memutus tali silaturahmi secara total, namun kita perlu membatasi diri agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif. Sebagaimana anjuran Allah dalam surat Al-Qur'an:
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Artinya: "Dan apabila kamu melihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka membicarakan percakapan yang lain. Dan jika setan membuat kamu lupa (akan peringatan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat." (QS. Al-An'am: 68)
Hadirin yang berbahagia,
Memilih teman yang baik adalah investasi dunia akhirat. Teman yang baik akan menjadi jembatan kita menuju surga-Nya. Mari kita jadikan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah sebagai pedoman dalam memilih teman. Cari teman yang shaleh dan shalehah, teman yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk selalu berada di jalan-Nya dan mempertemukan kita dengan orang-orang yang baik dunia dan akhirat.
Marilah kita renungi materi ini dan bersegera untuk memperbaiki kualitas pertemanan kita, demi keselamatan diri kita di dunia dan akhirat. Amin ya rabbal alamin.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati para hadirin sekalian. Terima kasih atas perhatiannya.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.