keutamaan dalam belajar
Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026
4 menit baca
4 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱل...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشۡرَفِ ٱلۡأَنۢبِيَاءِ وَٱلۡمُرۡسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَولَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحۡبِهِ أَجۡمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ.
يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ. [آل عمران: 102]
رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي وَيَسِّرۡ لِي أَمۡرِي وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةً مِّن لِّسَانِي يَفۡقَهُوا قَوۡلِي.
Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur kehadirat Allah Ta'ala yang telah memberikan kita nikmat kesehatan, kesempatan, dan terutama nikmat iman serta nikmat Islam, sehingga pada malam hari yang berbahagia ini kita dapat berkumpul di majelis yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat.
Terlebih dahulu, saya sampaikan salam takdzim kepada para alim ulama, para kiai, asatidz, asatidzah, tokoh masyarakat, Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta seluruh hadirin sekalian yang berbahagia. Kehadiran kita di sini adalah atas undangan Allah, panggilan untuk sama-sama belajar dan merenungi betapa pentingnya sebuah ilmu dalam kehidupan kita. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk menyampaikan sedikit tausiyah yang insya Allah bermanfaat, dengan tema "Keutamaan dalam Belajar".
Saudaraku seiman, dalam Al-Qur'anul Karim, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
"Katakanlah: 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?'" (QS. Az-Zumar: 9).
Ayat ini sudah sangat jelas memberikan penegasan betapa tingginya kedudukan orang yang berilmu dibandingkan orang yang tidak memiliki ilmu. Belajar, dalam Islam, bukanlah sekadar kegiatan menambah wawasan. Ia adalah sebuah kewajiban yang bahkan dimulai sejak kita lahir hingga nanti kita kembali ke hadirat Allah Ta'ala. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah).
Ini menunjukkan bahwa belajar itu adalah sebuah keharusan, bukan pilihan. Siapa pun yang mengaku beriman, maka ia dituntut untuk terus belajar.
Lalu, apa saja keutamaan yang Allah dan Rasul-Nya janjikan bagi orang yang gemar belajar? Pertama, Allah akan meninggikan derajat orang berilmu. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadalah: 11).
Bayangkan, derajat di dunia saja sudah membanggakan, apalagi derajat di akhirat nanti yang dijanjikan oleh Allah.
Kedua, belajar adalah jalan menuju surga. Salah satu hadits yang sering kita dengar adalah:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).
Betapa indahnya janji ini. Dengan belajar, kita tidak hanya mendapatkan kemudahan di dunia, tetapi juga kemudahan terbesar untuk meraih surga-Nya kelak.
Saudaraku sekalian, masyarakat desa yang saya cintai. Di desa kita ini, semangat belajar bisa kita wujudkan dalam berbagai bentuk. Mulai dari belajar membaca dan menulis Al-Qur'an, belajar tentang fiqih ibadah, belajar tentang muamalah, hingga belajar keterampilan baru yang dapat membawa manfaat bagi diri sendiri dan keluarga. Jangan pernah merasa terlambat untuk belajar. Kiai dan tokoh agama di desa kita adalah sumber ilmu yang luar biasa. Mari kita manfaatkan kesempatan ini. Kita bisa belajar dari mereka, kita bisa belajar dari buku-buku agama, kita bisa belajar dari pengalaman orang-orang yang bijak.
Belajar itu investasi terbaik. Ilmu yang kita dapatkan akan menjadi bekal yang tidak habis termakan waktu, tidak bisa dicuri oleh orang lain, dan akan terus mengalir pahalanya bahkan setelah kita tiada. Ingatlah, di akhir zaman nanti, ilmu akan menjadi cahaya yang menerangi kegelapan fitnah. Orang yang berilmu akan menjadi penerang bagi masyarakatnya.
Oleh karena itu, mari kita jadikan belajar sebagai kebiasaan. Jadikan rumah kita sebagai tempat belajar, jadikan masjid dan mushalla sebagai majelis ilmu, dan jadikan setiap kesempatan sebagai pintu untuk menambah pemahaman kita tentang agama dan kehidupan. Jangan pernah meremehkan ilmu sekecil apapun.
Sebagai penutup, mari kita renungkan kembali. Belajar adalah ibadah, belajar adalah kewajiban, belajar adalah jalan menuju kebaikan dunia dan akhirat. Dengan segala kerendahan hati, saya mengajak diri sendiri dan kita semua untuk terus semangat dalam menuntut ilmu. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memudahkan segala urusan kita dalam mencari ilmu dan menjadikan ilmu yang kita dapatkan bermanfaat di dunia dan akhirat. Aamiin ya rabbal alamin.
Dan marilah kita bersama-sama berdoa:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.