Logo SantriDigital

keistimewaan bulan muharrom

Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026 4 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا. (Surah Al-Fath: 1) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin, hadirot, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya. Yang terhormat para alim ulama, para kyai, para ustadz dan ustadzah, seluruh tokoh masyarakat yang hadir pada kesempatan yang mulia ini, serta seluruh hadirin sekalian yang berbahagia. Sungguh merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kita semua untuk dapat berkumpul di majelis yang penuh berkah ini. Semoga kehadiran kita dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan sedikit untaian hikmah mengenai keistimewaan bulan Muharram. Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah, sebuah bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia merupakan salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah dalam kitab-Nya pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang keempat itu." Bulan Muharram, bersama dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab, adalah bulan-bulan yang dimuliakan. Di dalamnya, Allah memerintahkan kita untuk tidak berbuat zalim, karena kezaliman di bulan-bulan ini dosanya akan berlipat ganda. Sebaliknya, di bulan-bulan mulia ini pula, setiap kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan ganjaran yang berlipat pula, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa yang mencatat satu kebaikan di bulan Muharram, maka sesungguhnya hal itu baginya bagaikan menanam pohon kebaikan, yang kelak akan menuai buahnya di akhirat." (Hadits diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan sanad hasan) Selain sebagai bulan pembuka tahun, bulan Muharram juga sarat dengan peristiwa bersejarah yang sangat penting. Di dalamnya terdapat hari Asyura', tanggal 10 Muharram. Hari ini memiliki banyak keistimewaan, di antaranya adalah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa 'alaihissalam dan kaumnya dari Fir'aun. Atas dasar itulah, disunnahkan bagi kita untuk berpuasa pada hari Asyura', bahkan dianjurkan untuk menambah puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram, atau tanggal 10 dan 11 Muharram. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: "Sesungguhnya jika aku masih hidup di tahun mendatang, pasti aku akan berpuasa pada hari tasu'a (tanggal 9)". Bulan Muharram juga mengingatkan kita akan pentingnya hijrah. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, namun lebih dari itu, hijrah adalah perpindahan dari kegelapan menuju cahaya, dari keburukan menuju kebaikan, dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya berhijrah dari Mekkah ke Madinah demi tegaknya agama Allah. Maka, di bulan Muharram ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk melakukan *muhasabah* atau introspeksi diri. Melihat kembali amal perbuatan kita selama setahun ke belakang, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan amal ibadah kita di masa yang akan datang. Mari kita manfaatkan keutamaan bulan Muharram ini dengan memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur'an, dan berbuat baik kepada sesama. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan berharga ini dengan kesibukan duniawi yang melalaikan. Jadikanlah setiap hari dalam bulan Muharram ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita di jalan yang lurus, menguatkan iman kita, dan memampukan kita untuk terus beramal shalih, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Semoga apa yang telah kita dengarkan dapat menjadi bekal dan pengingat bagi kita semua dalam menjalani kehidupan. *Allahumma aghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu'minina wal mu'minat, al-ahya' minhum wal amwat. Rabbana atina fiddunya hasanatan wafil akhirati hasanatan wa qina 'adhabannar.* Terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan atau ada kesalahan dalam penyampaian. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →