Logo SantriDigital

Ini temanku namanya Dayat, senang sekali mabuk-mabukan! Padahal Gen Z. Nah, Gen Z itu sekarang trendnya itu padahal udah gak senang mabuk-mabukan, tapi olahraga. Dia sepertinya lahir salah zaman

Khutbah Jumat
M
Mahmud Syaltout
8 Mei 2026 3 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Jum'at yang berbahagia ini, izinkan saya bercerita. Ini bukan dongeng pengantar tidur, bukan pula kisah detektif yang bikin penasaran. Ini kisah nyata (atau setidaknya terinspirasi dari yang nyata), tentang seorang kawan kita, sebut saja Dayat. Dayat ini usianya masih hijau, masih tergolong Generasi Z. Nah, Generasi Z ini, menurut saya pribadi, adalah generasi yang paling *up-to-date*, paling *stylish*, dan paling tahu mana yang *hits* dan mana yang *miss*. Mereka adalah para *trendsetter* masa kini. Tapi, ada satu hal yang membuat saya kadang bingung, bahkan sampai menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal. Dayat ini punya kebiasaan yang... yah, agak nyeleneh. Di tengah hiruk-pikuk tren Generasi Z yang sekarang ini, yang katanya sudah mulai beralih ke gaya hidup sehat, ada yang rajin nge-gym, ada yang ngikutin *running challenges*, ada yang bahkan mulai melirik yoga biar badan lentur kayak karet gelang mantan. Nah, Dayat ini, kok ya... seneng banget mabuk-mabukan! Astaghfirullahaladzim. Saya nggak paham, kok bisa dia memilih jalur yang bertolak belakang sama tren teman-teman sebayanya. Kalau anak Gen Z sekarang ini lagi pada asyik-asyiknya foto OOTD di *cafe aesthetic* sambil nyeruput kopi *cold brew*, Dayat malah asyik ngabisin miras oplosan. Kalau teman-temannya pada update status lari pagi di *car free day*, Dayat malah update status pusing tujuh keliling di malam hari. Benar-benar seperti terlahir di zaman yang salah. Kayaknya dia kangen sama era 80-an, atau mungkin dia salah *download* memori hidupnya. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Coba kita renungkan sejenak. Tidakkah kita sadar, bahwa nikmat akal sehat yang Allah berikan adalah karunia yang luar biasa? Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 219: يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: 'Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya'..." Ayat ini sudah jelas, Saudara-saudaraku. Ada dosa besar di balik minuman memabukkan itu. Manfaatnya? Paling-paling cuma rasa sesaat yang nanti berujung penyesalan. Kalau sudah mabuk, akal sehat hilang, ucapan ngelantur, tingkah jadi kayak badut sirkus yang lupa dilatih. Nauzubillah min dzalik. Mungkin Dayat berpikir, "Ah, ini kan cuma iseng-iseng, kumpul bareng teman." Tapi, ketahuilah, awal dari kerusakan seringkali dimulai dari "iseng-iseng" yang berulang. Seperti abu rokok yang sedikit demi sedikit menumpuk menjadi gunung sampah, atau seperti setetes air yang lama-lama bisa mengikis batu. Lupa sama Allah, lupa sama kewajiban, lupa sama diri sendiri. Pernahkah kita membayangkan, bagaimana jika malaikat maut datang saat kita sedang dalam keadaan seperti itu? Saat akal sehat kita tertutup oleh kabut kebinaran? Mati dalam keadaan su'ul khatimah adalah mimpi buruk terburuk yang harus kita hindari. Coba bayangkan, kita dipanggil Allah dalam keadaan kepala pusing, badan lemas, mulut bau alkohol, ditanya "Maa shahbatuka annabi?" (Apa yang kau pelajari dari Nabimu?), jawabnya cuma "Hiks... pusing, Bro!" Astaghfirullah. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Teruntuk teman kita Dayat, dan juga untuk kita semua yang mungkin pernah atau sekarang tergelincir. Sadarlah! Generasi Z itu bukan hanya tentang *gadget* dan tren viral. Generasi Z adalah generasi penerus. Generasi yang harusnya punya semangat juang yang tinggi, akal yang cerdas, dan hati yang bersih. Jangan sampai kita menyia-nyiakan masa muda yang berharga ini dengan sesuatu yang merusak diri sendiri, merugikan orang lain, dan mendatangkan murka Allah. Mari kita tinggalkan kebiasaan buruk itu. Mari kita kembali ke jalan yang diridhai Allah, jalan yang membawa kebaikan dunia akhirat. Kita ganti mabuk dengan olahraga yang menyehatkan jiwa raga. Kita ganti hura-hura sesaat dengan ibadah yang menenangkan hati. Kita ganti kelalaian dengan kesadaran akan kebesaran Allah. Ingat, kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput. Maka, dari sekarang, persiapkanlah diri kita dengan sebaik-baiknya. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →