Logo SantriDigital

cara bersyukur

Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026 5 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ....

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ (الزمر: ٦٧) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Yang terhormat para alim ulama, para kiai, Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta seluruh hadirin jamaah sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam rangka menuntut ilmu, mempererat tali silaturahim, dan tentu saja, memohon keridhaan-Nya. Tak lupa shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya. Hadirin yang berbahagia, Hari ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan satu tema yang sangat mendasar dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu tentang bagaimana cara bersyukur. Bersyukur bukan sekadar ucapan lisan, tapi sebuah sikap hati dan perbuatan yang mencerminkan pengakuan atas setiap nikmat yang telah Allah berikan. Sungguh, banyak sekali nikmat yang Allah curahkan kepada kita, yang terkadang luput dari pandangan dan kesadaran kita. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7: وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat berat.'" Ayat ini menegaskan bahwa syukur itu kunci bertambahnya nikmat. Dalam konteks kehidupan kita di desa, mari kita lihat nikmat-nikmat sederhana. Nikmat sehat yang memungkinkan kita untuk bangun pagi, menggarap sawah, berjualan di pasar. Nikmat pangan, sandang, papan yang mungkin bagi sebagian orang di belahan dunia lain adalah sebuah kemewahan. Nikmat keluarga, tetangga yang saling peduli. Semuanya adalah karunia Allah. Bersyukur bisa dimulai dari hal-hal kecil ini, dengan mengucap "Alhamdulillah" dalam hati dan lisan, serta menyadari bahwa semua ini datangnya dari Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا، فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا، وَأَنْ تَنَاصَحُوا لِمَنْ وَلَّى اللَّهُ مِنْكُمْ أَمْرَكُمْ. وَيَكْرَهُ لَكُمْ: قِيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ. (HR. Muslim) "Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian tiga hal, dan tidak menyukai tiga hal. Allah ridha kepada kalian jika kalian menyembah-Nya dan tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatu pun, serta berpegang teguh pada tali Allah semuanya dan tidak berpecah-belah, dan menasihati orang yang diamanahi Allah untuk mengurus urusan kalian. Dan Allah tidak menyukai tiga hal: ghil, qila wa qal (banyak bicara yang tidak bermanfaat), dan menyia-nyiakan harta." Salah satu bentuk syukur yang paling hakiki adalah ketaatan kita kepada Allah, berupa ibadah. Shalat, puasa, zakat, menunaikan hak-hak Allah. Ketika kita melaksanakan perintah-Nya, sesungguhnya kita sedang bersyukur atas nikmat akal yang diberikan untuk memahami perintah, nikmat raga yang diberikan untuk melaksanakannya, dan nikmat kesempatan yang diberikan oleh Allah agar kita bisa beribadah. Bagaimana dengan cara bersyukur yang lain? Pertama, mengakui nikmat tersebut datangnya dari Allah. Kedua, mengucapkan syukur dengan lisan, seperti "Alhamdulillah." Ketiga, menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan kepada Allah. Jika Allah memberi kita kekayaan, gunakanlah untuk sedekah, infaq, membantu yang membutuhkan. Jika Allah memberi kita kesehatan, gunakanlah untuk beribadah dan berbuat kebaikan. Keempat, mensyukuri nikmat dengan hati. Merasa bahagia, tenang, dan ridha dengan apa yang Allah berikan. Hadirin yang dimuliakan Allah, Terkadang, kita terperosok dalam ketidakpuasan karena membandingkan diri dengan orang lain yang kelihatannya lebih beruntung. Padahal, di balik ketidakberuntungannya orang lain, mungkin mereka merindukan apa yang kita miliki saat ini. Kehidupan di desa mengajarkan banyak hal. Mari kita jadikan kesederhanaan sebagai sumber rasa syukur. Saat panen melimpah, bersyukurlah dengan zakat dan sedekah. Saat paceklik, bersyukurlah dengan sabar dan tawakal. Ingatlah kisah Nabi Sulaiman Alaihissalam ketika beliau berkata, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur'an surat An-Naml ayat 40: قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ اَنَا اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَ ۗ فَلَمَّا رَاَهٗ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ لِيَبْلُوَنِيْ ۤاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُ ۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ "Berkata seorang yang berilmu dari kalangan Alkitab: 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.' Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu berada di sisinya, dia pun berkata, 'Ini termasuk karunia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (dirinya) diriya sendiri. Dan barangsiapa yang mengingkari, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Maha Mulia.'" Nabi Sulaiman yang begitu hebat pun memohon kepada Allah agar diuji apakah ia bersyukur atau tidak. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan bersyukur di sisi Allah, bahkan bagi seorang nabi. Mari kita renungkan, berapa banyak nikmat yang sudah kita terima namun belum kita syukuri? Mari kita mulai dari saat ini, dari hal yang paling sederhana. Ucapkan "Alhamdulillah" atas setiap tarikan napas, atas setiap detik yang berjalan. Gunakan setiap nikmat untuk kebaikan, untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ingatlah, orang yang paling bahagia di dunia adalah orang yang paling bersyukur. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa melatih diri untuk menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur. Dengan bersyukur, kita akan mendapatkan tambahan nikmat dari Allah, hati kita akan menjadi tenteram, dan hidup kita akan lebih bermakna. Marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar senantiasa diberikan taufik dan hidayah-Nya untuk menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur. Ya Allah, karuniakanlah kami hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, dan anggota badan yang senantiasa taat kepada-Mu. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau cintai, yang Engkau ridhai, dan yang kelak berkumpul bersama Rasul-Mu di surga Firdaus. Demikianlah ceramah singkat pada kesempatan ini. Semoga apa yang telah disampaikan dapat menjadi bekal dan renungan bagi kita semua. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala khilaf dan kekurangan. Terima kasih atas perhatiannya. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →