Logo SantriDigital

Bulan suro

Khutbah Jumat
A
Angga
10 Mei 2026 3 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (QS. Ali 'Imran: 102) Wahai sekalian kaum Muslimin yang dirahmati Allah, Kita kembali memasuki sebuah bulan yang memiliki makna tersendiri dalam perjalanan waktu kita sebagai umat Islam, yaitu Muharram. Bulan yang seringkali kita kenal dengan sebutan "Suro", sebuah penamaan yang mengingatkan kita pada keajaiban dan peringatan kekuasaan Allah SWT. Bulan ini bukanlah sekadar penanda kalender, melainkan sebuah undangan untuk merenung, introspeksi, dan meningkatkan kualitas penghambaan kita kepada Sang Pencipta. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Bulan Muharram menyimpan kisah-kisah agung yang patut kita renungkan. Kisah para nabi dan rasul yang diuji dengan cobaan berat namun tetap teguh di jalan Allah. Di bulan ini, kita teringat akan pertolongan Allah kepada Nabi Nuh AS ketika banjir besar melanda, menyelamatkannya beserta umat yang beriman di dalam bahtera. Kita teringat pula perjuangan Nabi Ibrahim AS yang dilempar ke dalam api namun justru menjadi 'kullun baradun wa salaman', menjadi dingin dan keselamatan. Dan tentunya, di bulan yang penuh berkah ini, kita tidak bisa melupakan peristiwa tragis yang menimpa cucunda Rasulullah SAW, Sayyidina Al-Husain bin Ali radhiyallahu 'anhuma. Sebuah tragedi yang meninggalkan luka mendalam dalam sejarah Islam, sebuah pengingat akan harga yang mahal bagi penegakan kebenaran dan keadilan. Peristiwa ini mengajarkan kita tentang kekuatan iman dalam menghadapi kezaliman, tentang kesabaran dalam menerima takdir, dan tentang perjuangan tanpa akhir demi merengkuh ridha Allah SWT. Ayah Bunda, Saudara-saudari seiman yang mulia, Dalam keagungan dan peringatan bulan Muharram ini, izinkan saya mengingatkan hati kita yang seringkali lalai. Betapa lemahnya kita di hadapan ujian hidup. Betapa seringnya kita tergelincir dalam jurang maksiat. Betapa mudahnya kita melupakan nikmat dan janji Allah. Bulan Muharram ini adalah momen yang tepat untuk membersihkan hati kita dari segala noda dan dosa. Saatnya kita menengadahkan tangan, memohon ampunan dari Dzat Yang Maha Pengampun. Allah Ta'ala berfirman: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ (QS. At-Taubah: 36) "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri sekalian kamu pada keempat bulan itu..." Ayat ini mengingatkan kita akan kemuliaan bulan-bulan haram, termasuk Muharram. Di dalamnya, kita diperintahkan untuk menjaga diri, menjauhi segala bentuk kezaliman, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kezaliman terhadap diri sendiri adalah ketika kita menjerumuskan diri ke dalam jurang kemaksiatan, mengabaikan kewajiban syariat, dan menutup hati dari bimbingan Al-Qur'an dan Sunnah. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Mari kita jadikan momentum Muharram ini sebagai gerbang awal untuk sebuah perubahan diri yang hakiki. Mari kita perbaiki shalat kita, kuatkan puasa kita, perbanyak dzikir dan istighfar kita. Mari kita saling merangkul, saling mengasihi, dan menjauhi segala bentuk perselisihan yang memecah belah. Ingatlah, dunia ini hanyalah sementara, akhirat adalah kehidupan yang abadi. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena kehilangan kesempatan emas untuk meraih ampunan Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Bulan Allah yang paling utama setelah Ramadhan adalah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim) Subhanallah! Betapa besar nilai ibadah di bulan Muharram. Mari kita raih keberkahannya dengan meningkatkan amal shalih kita. Mari kita isi hari-hari kita dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kepedulian tulus kepada sesama. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →