bulan dzulqaidah
Kultum
A
abdul rasyid
5 Mei 2026
4 menit baca
3 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ....
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
﴿إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ﴾ (التوبة: 36)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin sekalian, kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, dan para sahabatnya.
Jalan-jalan ke pasar Cikini, jangan lupa membeli ketupat.
Mari kita sambut bulan Dzulqa'dah, bulan penuh berkah, agar hati tak gundah gulana.
Bapak Ibu, Saudara sekalian. Sedikit senyum, sedikit tawa, semoga menjadi pembuka hati yang lapang untuk menerima sedikit ilmu dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hari ini kita berada di bulan Dzulqa'dah. Pernah dengar namanya? Dzulqa'dah. Kedengarannya seperti nama artis Korea, ya? Dzul-Qad-Ah. Mungkin ada yang mengira ini adalah nama sebuah klinik kecantikan. Nanti masuknya mukanya jadi mulus, bersih dari dosa, amin!
Tapi tahukah kita, Bapak Ibu, bahwa Dzulqa'dah ini adalah salah satu dari empat bulan haram yang disebut oleh Allah dalam Al-Qur'an? Empat bulan istimewa, di mana kita diminta untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama dalam urusan yang buruk. Allah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 36 tadi, bahwa di antara dua belas bulan yang ada, ada empat bulan yang mulia, dan salah satunya adalah Dzulqa'dah ini.
Nah, kalau bulan-bulan lain kita bisa agak 'santai' soal dosa, di bulan-bulan haram ini ibaratnya dilarang parkir sembarangan, kalau kena tilang didenda dobel! Makanya, jangan sampai kita malah bikin ulah di bulan yang sudah dimuliakan Allah. Justru ini kesempatan emas, lho. Ibaratnya, kalau di bulan lain kita ngebut di jalan tol, di bulan haram ini kita disuruh pelan-pelan, siapa tahu ada polisi baik hati ngasih amplop isinya pahala.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa harus kita patung diam saja menunggu pahala turun dari langit? Tentu tidak. Justru karena ini bulan haram, Allah mengingatkan kita untuk "falaa tadhlimuu fiihi anfusakum" – janganlah kalian menzhalimi diri kalian sendiri. Artinya, ayo kita gunakan kesempatan ini untuk "ngejar" amal baik.
Bisa jadi, di bulan ini kita punya sedikit kesempatan untuk merenung. Apa saja yang sudah kita lakukan di bulan-bulan sebelumnya? Dosa sekecil kuman pun kalau terus menumpuk bisa bikin sakit hati yang parah, ya kan? Sama seperti koreng di dengkul yang gatalnya minta ampun tapi kalau digaruk malah makin sakit. Nah, bulan haram ini waktunya kita mulai mengobati koreng dosa kita.
Bagaimana caranya? Ya dengan ibadah, silaturahim, bersedekah, dan amal-amal baik lainnya. Kalau ada yang bilang, "Ah, nanti saja, masih jauh Idul Adha. Masih ada waktu." Saudara sekalian, waktu itu seperti air yang mengalir dari keran bocor. Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi kolam. Kalau keran bocornya tidak segera diperbaiki, rumah bisa kebanjiran. Begitu pula dosa. Kalau tidak segera kita perbaiki, lama-lama bisa menenggelamkan kita.
Ada sebuah kisah, konon ada seorang ahli ibadah yang sangat rajin. Suatu hari dia ditanya, "Wahai fulan, kenapa engkau begitu giat beribadah?" Dia menjawab, "Aku beribadah karena aku ingin sekali bertemu Allah dalam keadaan hati yang bersih." Ditanya lagi, "Lalu bagaimana jika engkau suatu saat melakukan kesalahan?" Beliau tersenyum, "Aku akan segera memohon ampunan kepada-Nya, karena rahmat-Nya jauh lebih luas daripada kesalahanku." Masya Allah.
Jadi, jangan pernah merasa sudah terlalu banyak dosa sehingga putus asa. Allah itu Maha Pengampun. Coba kita lihat Hadits Qudsi: "Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan Aku tidak akan peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya andaikata dosamu membumbung tinggi ke langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu..." (HR. Tirmidzi).
Nah, Dzulqa'dah ini adalah momentum terbaik untuk "meng-upgrade" diri. Mari kita jadikan bulan ini sebagai bulan untuk mengurangi kemaksiatan, meningkatkan ketaatan. Jangan sampai kita seperti orang yang datang ke toko roti pas toko itu mau tutup, cuma kebagian remah-remahnya saja. Kita mau kan dapat kue yang utuh dan manis?
Maka dari itu, mari kita manfaatkan sisa umur kita, apalagi di bulan yang mulia ini, untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jangan tunda lagi amal shalih. Segera tunaikan zakat, sedekah, perbaiki bacaan Al-Qur'an, pererat silaturahmi dengan tetangga yang mungkin sudah lama tidak disapa karena sibuk mikirin cicilan rumah. Urusan dunia penting, tapi jangan sampai mengalahkan urusan akhirat.
Mari kita berdoa kepada Allah, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan bulan Dzulqa'dah ini sebagai awal dari kebaikan kita, membersihkan hati kita dari dosa, dan membimbing kita untuk selalu berbuat kebaikan.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang lalu, berkahilah kami di bulan Dzulqa'dah ini, dan jadikanlah kami pribadi yang lebih baik. Aamiin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.