berbakti kepada kedua orang tua
Kultum
I
Iriyani Fadirubun
6 Mei 2026
3 menit baca
3 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ و...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
{وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا}
(الإسراء: 23)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Hadirin sekalian, kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Ada tumbuh bunga di taman sari,
Mekar indah menawan hati.
Jika ingin hidupmu diberkahi,
Berbakti pada orang tua sungguh berarti.
Subhanallah, sebuah nasihat sederhana dalam bait pantun yang baru saja kita dengar. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan makna yang begitu dalam, sebuah kunci utama keberkahan hidup dunia akhirat. Tema kita kali ini adalah tentang "Berbakti kepada Kedua Orang Tua". Sebuah topik yang selalu relevan, namun seringkali luput dari perhatian kita di tengah kesibukan modern.
Saudaraku yang mulia, mari kita renungkan sejenak. Siapa mereka yang telah memberikan kita kehidupan? Siapa mereka yang telah mengorbankan segalanya demi melihat kita tumbuh menjadi pribadi yang baik? Tentu saja, kedua orang tua kita. Dari rahim ibu yang penuh kasih, kita dilahirkan. Dari tangan ayah yang gagah perkasa, kita dibesarkan. Doa dan air mata mereka adalah pupuk bagi tumbuh kembang kita.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menegaskan dalam Al-Qur'anul Karim, bagaimana posisi orang tua begitu mulia. Setelah perintah untuk mentauhidkan Allah, langsung disambung dengan perintah untuk berbakti kepada orang tua. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan mereka. Firman-Nya:
{وَاعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا}
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua..." (An-Nisa': 36).
Bahkan, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Maukah aku tunjukkan tiga hal yang paling besar dosanya?" Para sahabat menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan kesaksian palsu." (HR. Muslim)
Betapa hati ini tersayat jika kita membayangkan, betapa besarnya dosa durhaka kepada orang tua, setara dengan dosa syirik kepada Allah. Coba kita bayangkan, ketika mereka tua renta, lemah tak berdaya, mungkin mulai kehilangan daya ingatnya, atau bahkan menjadi beban bagi kita. Apakah kita akan memperlakukan mereka dengan kasar? Mengucap "Uff" bahkan hanya untuk mengeluh? Naudzubillahimindzalik.
Ulama besar, Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan makna ayat {وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا} dengan mengatakan bahwa ihsan (berbuat baik) kepada orang tua adalah kewajiban yang mencakup ucapan yang baik, perbuatan yang baik, serta menafkahi jika mereka membutuhkan.
Mari kita teringat kisah seorang sahabat bernama Uwais Al-Qarni. Beliau adalah seorang pemuda dari Yaman yang sangat berbakti kepada ibunya yang renta dan sakit-sakitan. Ia rela tidak ikut berjihad bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam karena harus merawat ibunya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda tentangnya, "Sesungguhnya aku merasakan kedatangan rahmat dari arah Yaman, dan aku mencium bau rahmat Allah dari arah itu, disebabkan oleh Uwais al-Qarni." Ini adalah buah dari bakti yang luar biasa.
Saudaraku, bakti kepada orang tua bukanlah sekadar memenuhi kebutuhan fisik mereka, tetapi lebih utama adalah menjaga perasaan mereka, menghormati mereka, mendoakan mereka, dan menjalin silaturahmi dengan keluarga mereka. Jangan sampai kita memiliki penyesalan yang tiada tara di kemudian hari, saat mereka telah tiada dan kita baru menyadari betapa besar nikmat yang telah Allah berikan melalui mereka.
Maka, marilah kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki sikap kita. Jika ada kesalahan, mohon maaf. Jika ada kelalaian, segera perbaiki. Ucapkan kata-kata yang lembut, berikan perhatian yang tulus, dan iringi setiap langkah kita dengan doa untuk mereka.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan rahmat dan keridhaan-Nya kepada kedua orang tua kita, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang ke Rahmatullah. Aamiin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ