Logo SantriDigital

bahaya sifat sombong

Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026 4 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا} (الإسراء: 37) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Yang terhormat para alim ulama, para kiai, asatidz, asatidzah, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara-saudari sekalian, kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia di mana pun berada. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul, bermujaah di tempat yang insya Allah penuh berkah ini. Mudah-mudahan setiap langkah kita dihitung sebagai amal ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Amin. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Bapak, Ibu, Saudara sekalian rahimakumullah. Pada kesempatan yang singkat ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungi, menggali lebih dalam, dan senantiasa menjaga diri dari sebuah penyakit hati yang sangat berbahaya, yang dapat merusak hubungan kita dengan Allah, merusak hubungan kita dengan sesama, bahkan dapat menjerumuskan kita ke dalam jurang kehinaan di dunia dan di akhirat. Penyakit yang dimaksud adalah sifat sombong atau takabur. Sombong adalah perasaan lebih tinggi dari orang lain, merasa diri paling benar, paling hebat, paling berjasa, sehingga meremehkan, merendahkan, bahkan menolak kebenaran yang datang dari orang lain, meskipun itu adalah kebenaran hakiki. Sifat ini adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 34: {فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ} "Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. Al-A'raf: 34) Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan bahwa orang yang sombong tidak akan masuk surga. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ». "Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: 'Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sekecil zarrah.'" (HR. Muslim) Bapak, Ibu, Saudara sekalian. Sifat sombong ini bisa muncul dalam berbagai bentuk. Bisa karena harta benda yang kita miliki, kekuasaan yang kita pegang, ilmu yang kita punya, ketampanan atau kecantikan, keturunan yang mulia, bahkan karena ibadah yang kita lakukan. Tanpa kita sadari, terkadang kita memandang rendah orang lain yang mungkin secara materi atau kedudukan tidak sepadan dengan kita. Contoh yang paling nyata adalah Iblis laknatullah 'alaih. Iblis sombong karena menganggap dirinya lebih baik dari Adam 'alaihissalam. Allah ciptakan Adam dari tanah, sementara Iblis diciptakan dari api. Kesombongan inilah yang membuatnya terusir dari surga dan menjadi musuh manusia hingga akhir masa. Dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin kita melihat tetangga yang lebih sederhana, lalu kita enggan bertetangga dengannya, atau kita meremehkan nasihat dari orang yang kita anggap ilmunya tidak setinggi kita. Padahal, dalam pandangan Allah, yang paling mulia di antara kita adalah yang paling bertakwa. Allah berfirman: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ} "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antaramu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13) Bapak, Ibu, Saudara sekalian. Sifat sombong itu adalah bibit kehancuran. Ia bisa menghapus semua amal kebaikan kita. Ia menjauhkan kita dari rahmat Allah. Maka, mari kita senantiasa introspeksi diri. Periksa hati kita. Tanyakan pada diri sendiri, apakah ada celah kesombongan di sana? Jika kita diberi kekayaan, mari gunakan untuk bersedekah, membantu sesama, merasakan nikmatnya berbagi. Jika kita diberi ilmu, mari gunakan untuk membagikannya dengan bijak, mengajar dengan penuh kerendahan hati. Jika kita diberi kedudukan, mari gunakan untuk melayani umat, bukan untuk meninggikan diri. Ingatlah, semua yang kita miliki sekarang adalah titipan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. Tidak ada yang patut kita sombongkan. Bahkan, kemampuan kita untuk bernapas, beraktivitas, adalah anugerah luar biasa yang harus kita syukuri. Marilah kita berusaha sebisa mungkin untuk menghiasi diri dengan sifat tawadhu', rendah hati, menghormati orang lain, menerima kebenaran dari siapapun datangnya, dan senantiasa menjadikan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjauhkan kita dari sifat sombong dan senantiasa membimbing kita di jalan yang lurus, jalan yang diridhai-Nya. Jazakumullah khairan katsiran atas perhatiannya. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan, yang salah datangnya dari saya pribadi, dan yang benar semata-mata adalah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →