Logo SantriDigital

Aqiqoh

Ceramah
M
Masrur
7 Mei 2026 5 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: {وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا} [الفرقان: 74] رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga, sehingga pada sore yang berbahagia ini, kita sekalian dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka menuntut ilmu dan mempererat silaturahmi. Tak lupa shalawat serta salam kita limpahkan kepada junjungan alam kita, Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, suri tauladan kita sepanjang masa, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang setia mengikuti risalahnya hingga akhir zaman. Yang terhormat para alim ulama, para kiai, para asatidz, para asatidzah, serta tokoh masyarakat yang saya muliakan. Serta seluruh hadirin jamaah sekalian yang insya Allah senantiasa dalam lindungan Allah. Sungguh sebuah kehormatan bagi saya bisa berdiri di hadapan Bapak-bapak, Ibu-ibu, sekalian, pada kesempatan yang berbahagia ini. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Pada pertemuan kali ini, dengan izin Allah, saya akan sedikit berbagi ilmu mengenai salah satu syariat Islam yang memiliki nilai penting dan hikmah mendalam, yaitu tentang Aqiqah. Aqiqah ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kaitan erat dengan kelahiran seorang anak. Hadirin yang dirahmati Allah. Apa itu Aqiqah? Aqiqah secara bahasa berarti menyembelih, memotong, atau memutuskan. Sedangkan secara istilah, Aqiqah adalah hewan sembelihan yang disembelih atas kelahiran anak, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas karunia seorang anak. Tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan sebagai ungkapan terima kasih atas nikmat terindah yang diberikan, yaitu keturunan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 34: {وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ} Artinya: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan kurban, agar mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah rezeki-Nya kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (hai Muhammad) berita gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." Meskipun ayat ini secara umum berbicara tentang penyembelihan kurban, namun semangat dan makna syukur atas rezeki berupa binatang ternak ini juga sangat relevan dengan hikmah aqiqah. Aqiqah ini hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan pelaksanaannya. Hal ini berdasarkan banyak hadits shahih. Di antaranya sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari Samurah bin Jundub radhiyallahu anhu, beliau bersabda: "Setiap anak tertahan dengan aqiqahnya." (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan An-Nasa'i, dishahihkan Al-Albani) Makna tertahan di sini menurut sebagian ulama adalah bahwasanya aqiqah ini bisa menjadi sebab keselamatan anak dari mara bahaya, dan juga menjadi sebab diampuninya dosa orang tua, serta menjadi penghalang antara anak dengan neraka. Kapan waktu pelaksanaannya? Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu setelah kelahiran anak. Namun, jika belum memungkinkan pada waktu-waktu tersebut, aqiqah tetap bisa dilaksanakan kapan saja setelahnya, bahkan ketika anak sudah dewasa, demi memenuhi tuntunan syariat. Untuk seekor bayi laki-laki, disunnahkan menyembelih dua ekor kambing, dan untuk bayi perempuan satu ekor kambing. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari Aisyah radhiyallahu anha: "Aqiqah itu untuk anak laki-laki dua kambing yang sepadan (dalam usia dan bentuk), dan untuk anak perempuan satu kambing." (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani) Apabila mendapati kesulitan untuk menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki, maka satu ekor kambing pun sudah mencukupi. Yang terpenting adalah niat untuk melaksanakan syariat dan rasa syukur kita kepada Allah. Lalu, hikmah apa yang terkandung dalam pelaksanaan aqiqah ini? Pertama, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas karunia terindah berupa anak. Kedua, sebagai bentuk pembersihan diri anak dari segala pengaruh buruk dan untuk sebagai menebus agar anak menjadi anak yang saleh dan salehah. Ketiga, sebagai sarana untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, yaitu dengan membagikan daging aqiqah kepada kerabat, tetangga, dan fakir miskin. Keempat, dalam aqiqah terdapat pengenalan nama anak dengan cara yang Islami, yaitu melalui acara walimah (selamatan) yang dihadiri oleh banyak orang. Kelima, menumbuhkan kasih sayang dan kepedulian sosial di dalam masyarakat. Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. Memang dalam merealisasikan aqiqah ini seringkali muncul pertanyaan dari masyarakat, terutama yang kondisi ekonominya belum begitu berkecukupan. Namun, perlu kita pahami bahwa Allah tidak membebani seorang hamba di luar kesanggupannya. Jika memang belum mampu untuk melaksanakan aqiqah sesuai dengan tuntunan ideal, maka laksanakanlah sesuai kemampuan kita. Yang terpenting adalah niat yang tulus untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Bahkan, beberapa ulama memperbolehkan patungan dalam aqiqah, terutama pada hewan sapi atau unta, sebagaimana kita melaksanakan kurban. Namun, untuk kambing, kesunnahan utamanya adalah per individu anak. Marilah kita jadikan aqiqah ini bukan hanya sekadar tradisi atau adat semata, tetapi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagai pengikat silaturahmi, dan sebagai sarana untuk mendidik anak-anak kita kelak agar menjadi generasi yang taat kepada Allah dan bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Inilah yang dapat saya sampaikan mengenai aqiqah. Semoga apa yang telah disampaikan ini bisa menambah wawasan kita, memperkuat keimanan kita, dan memotivasi kita untuk senantiasa mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita doa’kan agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan kemudahan bagi kita semua dalam melaksanakan syariat-Nya, memperbaiki keturunan kita, dan menjadikan anak-anak kita sebagai qurrota a'yun, penyejuk mata bagi orang tua di dunia dan akhirat. Allohummamagfirli walil muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al ahya’ minhum wal amwat. Allohumma inna nas’aluka salamatan fiddunya wal akhirah. Allohumma hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar. Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →