Logo SantriDigital

Aqiqoh

Kultum
M
Masrur
7 Mei 2026 3 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ....

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن. أَمَّا بَعْدُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ. (الحج: 1) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي Hadirin, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara-saudari yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ada pantun indah untuk pembuka renungan kita: Anak lahir anugerah Illahi, Pemberian terindah dari Sang Kholik. Syukuri nikmat ini sepenuh hati, Dengan aqiqoh sebagai tanda bakti. Betapa bahagianya kita sebagai orang tua ketika dianugerahi seorang putra atau putri. Kehadiran buah hati bagaikan pelipur lara, penyejuk pandangan, dan amanah dari Allah Yang Maha Kuasa. Namun, di balik kebahagiaan itu, tersimpan tanggung jawab besar yang harus kita tunaikan. Salah satunya adalah ibadah aqiqah. Aqiqah, Bapak Ibu sekalian, bukanlah sekadar tradisi atau adat semata. Ia adalah sebuah syariat yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Setiap anak tergadaikan oleh aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama." (HR. Tirmidzi) Hadis ini menekankan bahwa aqiqah adalah bentuk penebusan atas anak, sekaligus tanda syukur kita kepada Allah atas karunia tersebut. Dengan aqiqah, kita menyambut kedatangan makhluk baru ini ke dalam keluarga dan masyarakat Islam, dengan niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah. Imam Syafi'i rahimahullah menjelaskan, aqiqah itu adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh kelahiran anak. Hukumnya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), yang jika dikerjakan mendatangkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Namun, lebih utama untuk dikerjakan karena merupakan bentuk pengabdian kepada Allah dan kecintaan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Bapak Ibu yang Budiman, mari kita renungkan makna aqiqah lebih dalam. Ia adalah momen untuk berbagi kebahagiaan. Daging hewan aqiqah itu hendaknya dibagikan kepada kaum kerabat, tetangga, dan terutama fakir miskin. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 34: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan qurban, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah rezeki kan kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." Aqiqah mengajarkan kita untuk tidak egois, untuk merasakan kebahagiaan bersama, dan untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama. Ini adalah cara Islam menumbuhkan rasa empati dan solidaritas dalam masyarakat. Di tengah berbagai kesibukan dan tuntutan hidup, jangan sampai kita melupakan ibadah yang mulia ini. Jika rezeki kita belum mencukupi, tidak perlu memaksakan diri dengan cara yang tidak halal. Namun, jika Allah telah melapangkan rezeki kita, maka bersegeralah menunaikan aqiqah. Anggaplah ini sebagai investasi akhirat yang tak ternilai harganya. Mari kita jadikan setiap amanah dari Allah, termasuk kelahiran anak kita, sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Tunaikanlah aqiqah dengan niat ikhlas, sebagai wujud syukur, penebusan, dan persiapan masa depan anak yang shaleh dan shalehah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita untuk menunaikan segala kewajiban dan sunnah-sunnah-Nya. Semoga Allah menganugerahkan keberkahan pada anak-anak kita, menjadikannya penyejuk hati bagi orang tua dan generasi pembawa rahmat bagi umat. Aamiin. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →