Ajakan berkurban
Ceramah
L
Luthfiah
6 Mei 2026
4 menit baca
3 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
"فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ" (سورة الكوثر: 2)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yaa Jamaah rahimakumullah,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam majelis ilmu yang penuh berkah ini, dalam keadaan sehat wal afiat.
Yang terhormat, Bapak-bapak, Ibu-ibu, seluruh hadirin sekalian yang insya Allah senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Sungguh merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa berdiri di hadapan Anda semua untuk menyampaikan sedikit tausiyah yang semoga bermanfaat bagi kita semua. Kehadiran Anda semua di sini menunjukkan betapa kita semua cinta akan ilmu dan ingin terus belajar serta memperbaiki diri.
Hadirin yang berbahagia,
Pada hari yang mulia ini, izinkan saya mengajak kita sekalian untuk merenungi dan memahami lebih dalam tentang salah satu syiar Islam yang sangat agung, yaitu ibadah kurban. Sebagaimana kita ketahui, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah, bulan di mana umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah haji dan juga ibadah kurban. Ibadah kurban ini bukan sekadar menyembelih hewan ternak, namun memiliki makna filosofis dan spiritual yang sangat mendalam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Kautsar ayat 2:
"فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ"
Artinya: "Maka dirikanlah shalat (Idul Adha) dan berkorbanlah."
Ayat ini secara tegas memerintahkan kita untuk mendirikan shalat Idul Adha dan kemudian disusul dengan ibadah kurban. Perintah ini datang langsung dari Allah SWT, menunjukkan betapa pentingnya ibadah kurban dalam syariat Islam.
Mengapa kurban begitu penting? Kurban adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah yang tertinggi. Ia adalah penjelmaan dari kecintaan kita kepada Sang Pencipta, melebihi kecintaan kita kepada harta benda yang kita miliki. Allah tidak membutuhkan daging atau darah hewan kurban kita, melainkan ketakwaan dari hati kita yang berkurban. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 37:
"لَنْ يَنَالَ اللهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ"
Artinya: "Daging hewan kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu."
Kisah Nabi Ibrahim alaihissalam dan putranya, Ismail alaihissalam, adalah cikal bakal dari ibadah kurban ini. Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra tercintanya, beliau tanpa ragu melaksanakan perintah tersebut karena ketakwaannya. Dan di saat terakhir, Allah menggantinya dengan kibas. Dari sinilah kita belajar tentang arti pengorbanan yang sesungguhnya. Pengorbanan yang didasari oleh kecintaan dan ketaatan mutlak kepada Allah.
Hadirin sekalian,
Melaksanakan kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan. Ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk seperti kikir dan cinta dunia yang berlebihan, serta melatih diri untuk berjiwa sosial. Daging kurban yang kita sembelih akan dibagikan kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan orang-orang yang membutuhkan. Ini adalah wujud rasa syukur kita atas nikmat yang Allah berikan, dan juga wujud kepedulian kita terhadap sesama.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَ بَنَّا مُصَلّانا"
Artinya: "Barangsiapa yang berkelapangan tapi tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat shalat kami." (HR. Ahmad)
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya kurban bagi seorang muslim yang memiliki kemampuan. Kurban adalah ekspresi nyata dari keislaman kita, bagaimana kita menempatkan perintah Allah di atas segala-galanya.
Bagi kita yang tinggal di pedesaan, ibadah kurban seringkali memiliki makna sosial yang lebih kuat. Kita bisa saling bahu-membahu, bergotong royong dalam pelaksanaan kurban, baik dalam pengumpulan dana, panitia pemotongan, hingga pembagian. Hal ini semakin mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara kita. Dengan berkurban, kita juga secara tidak langsung telah membantu meningkatkan gizi masyarakat, khususnya bagi mereka yang jarang menikmati daging.
Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum bulan Dzulhijjah ini untuk mempersiapkan diri, sebisa mungkin, untuk melaksanakan ibadah kurban. Jika kita belum mampu untuk berkurban seekor hewan, marilah kita bergabung dengan saudara-saudara kita yang lain, patungan dalam satu hewan kurban. Karena niat dan usaha kita untuk taat kepada Allah adalah yang terpenting.
Hadirin yang saya hormati,
Dengan melaksanakan ibadah kurban, kita tidak hanya mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, tetapi juga meneladani perjuangan para nabi, membersihkan hati, dan mempererat hubungan sosial kita. Kurban adalah bukti nyata keimanan dan ketaqwaan kita.
Semoga apa yang telah saya sampaikan ini dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi kita semua untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan berupaya melaksanakan syiar-syiar Islam, termasuk ibadah kurban.
Saya menyadari, dalam penyampaian ini tentu banyak kekurangan dan kekhilafan. Untuk itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mari kita rapatkan barisan, tingkatkan ukhuwah, dan jangan lupa untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Dzulhijjah dengan hati yang gembira dan niat yang tulus untuk berkurban.
أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَتَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلَا تَجْعَلْ فِيْنَا وَلَا مَعَنَا شَقِيًّا وَلَا مَحْرُوْمًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.