4 hal yang di pertanggung jawabkan di akhirat
Khutbah Jumat
D
Dedi Setiadi
8 Mei 2026
4 menit baca
3 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاء...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Di hadapan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kita berdiri sebagai hamba yang lemah. Hari ini, Jumat yang mulia ini, hati kita digugah oleh kesadaran yang begitu dalam. Kesadaran akan tanggung jawab besar yang menanti di kehidupan setelah mati, di hari di mana tiada harta dan anak-anak yang bermanfaat, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
Betapa pilunya tatkala kita merenungkan, bahwa setiap detik yang kita jalani di dunia ini adalah sebuah investasi yang akan dihisab. Dan di antara sekian banyak hisab, ada empat perkara pokok yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban penuh oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Empat perkara ini, jika kelak kita gagal memenuhinya sesuai titah-Nya, akan menjadi beban terberat yang mengantar kita pada penyesalan abadi.
Yang pertama, *umruk* (usia) kita. Seluruh rentang waktu hidup kita, sejak baligh hingga akhir nafas, akan ditanya oleh Allah. *Fi ma afnaituh?* Untuk apa engkau habiskan usia yang Aku berikan? Apakah ia habis dalam ketaatan kepada-Nya, dalam menebar kebaikan, dalam mencari ilmu yang bermanfaat, ataukah ia berlalu dalam kelalaian, kemaksiatan, dan kesia-siaan yang ditenggelamkan dalam gemerlap dunia fana? Ya Allah, betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia, tergores luka penyesalan dalam lembaran-lembaran usia yang seharusnya diukir dengan amal shalih.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Yang kedua, *syababuk* (masa muda). Sebagaimana hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Allah akan berfirman di hari kiamat: "Wahai orang yang masih muda dan memiliki kekuatan, wahai orang yang masih muda dan bersemangat, wahai orang yang masih muda dan memiliki kesempatan. Untuk apa engkau habiskan masa mudamu?" Mengerikan! Masa muda, puncak kekuatan, semangat, dan kesempatan, akan ditanyai secara khusus. Apakah ia habis dalam perjuangan di jalan Allah, dalam menuntut ilmu syar'i, dalam menghindari fitnah syahwat, ataukah ia tertelan dalam kubangan maksiat dan kesenangan sesaat yang berujung pada kehinaan di akhirat? Ya Allah, ampuni kami, jika masa muda kami telah kami nodai dengan dosa yang mendalam.
Yang ketiga, *'ilmak* (ilmu). Para ulama menjelaskan, ilmu di sini bukan sekadar pengetahuan umum, melainkan ilmu agama. Ditanyakan: *'Amilta bima 'alimta?* Apa yang telah engkau amalkan dari ilmu yang telah engkau pelajari? Sungguh merugi orang yang memiliki timbunan ilmu namun hatinya kering dari pengamalan. Ia paham mana yang halal dan haram, namun ia tetap saja melanggarnya. Ia mengerti pentingnya shalat, namun ia enggan mengerjakannya. Ia tahu hak orang tua, namun ia durhaka. Ya Allah, jadikanlah ilmu kami bermanfaat dan berhiaskan amal shaleh.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dan yang keempat, *maaluk* (harta). Dari mana engkau peroleh harta itu, dan untuk apa engkau belanjakan? Allah akan bertanya tentang setiap rupiah yang kita miliki. Apakah ia didapatkan dari jalan yang halal dan dibelanjakan pada jalan yang diridhai-Nya, seperti menafkahi keluarga, membantu fakir miskin, atau berinfak fi sabilillah? Atau ia dikeruk dari sumber yang haram, dan dihambur-hamburkan untuk kesombongan, menuruti nafsu, atau bahkan untuk memusuhi agama-Nya? Sungguh, harta yang tidak dipertanggungjawabkan di dunia akan menjadi bara api di akhirat.
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat dari sisi Tuhannya, sampai ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, ke mana ia habiskan? Tentang masa mudanya, ke mana ia gunakan? Tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan? Dan tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan dengannya?"
Merenungkan keempat perkara ini, hati ini terasa tercekat. Air mata mengalir, bukan karena sedih kehilangan harta atau kedudukan dunia, tetapi karena takut akan kegagalan dalam memenuhi amanah agung ini. Takut akan penyesalan yang tak bertepi di hadapan Sang Pencipta.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu. Jadikanlah usia kami adalah usia yang penuh berkah dan ketaatan. Jadikanlah masa muda kami adalah masa yang penuh pengabdian dan perjuangan di jalan-Mu. Jadikanlah ilmu kami adalah ilmu yang memberatkan timbangan amal kami kelak. Dan jadikanlah harta kami adalah sumber kebaikan yang Engkau ridhai.
Ikhwah fillah, marilah kita tadabburi kembali. Empat pertanyaan besar yang akan membekas selamanya. Apakah kita siap menjawabnya dengan hati yang lapang, ataukah dengan penyesalan yang pedih? Pilihan ada di tangan kita, sekarang, selagi ruh masih di badan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.