Logo SantriDigital

taubat

Khutbah Jumat
K
KHOIRUL NGIBAD
30 April 2026 3 menit baca 3 views

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِه...

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Pada hari yang mulia ini, di hadapn Rabb semesta alam, marilah kita renungkan hakikat keberadaan diri kita. Kita hanyalah hamba yang lemah, yang senantiasa bergelimang dosa dan kesalahan. Tiada hari tanpa cela, tiada detik tanpa khilaf. Namun, di tengah ketidaksempurnaan kita ini, Allah Ta’ala membukakan pintu rahmat-Nya yang tiada terbatas. Pintu itu adalah taubat. Taubat, saudara-saudaraku yang berbahagia, bukanlah sekadar kata yang terucap di bibir. Ia adalah getaran jiwa yang mendalam, penyesalan yang membakar hati atas segala maksiat yang telah diperbuat. Ia adalah komitmen tulus untuk kembali kepada jalan kebenaran, meninggalkan kesesatan, dan berpaling dari murka Ar-Rahman. Allah Ta’ala berfirman dalam QS. An-Nur ayat 31: وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Bayangkan sejenak, wahai diri, wahai hati yang mungkin diliputi kelalaian. Dosa-dosa kita bagaikan gumpalan hitam yang menutupi cahaya fitrah kita. Ia menghalangi pandangan kita dari keindahan rahmat Allah, ia membebani langkah kita menuju surganya. Namun, sebegitu pun gelapnya dosa itu, rahmat Allah selalu lebih luas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Setiap anak Adam adalah pendosa, dan sebaik-baik pendosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Perhatikan ucapan Nabiyullah Adam ‘alaihissalam ketika beliau dan Hawa tergelincir. Mereka tidak menyalahkan setan, tidak juga menyalahkan Hawa, namun mereka memohon ampun kepada Tuhannya, seraya mengakui kesalahan mereka: قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ “Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23). Inilah inti taubat yang sejati: pengakuan, penyesalan, dan harapan ampunan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, sekecil apapun dosa yang kita rasa. Allah Ta’ala berfirman: قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53). Betapa luasnya rahmat Allah, hingga kata “semuanya” tersemat dalam ayat ini. Ia mencakup dosa besar, dosa kecil, dosa yang disengaja, dan dosa yang tidak disengaja. Ia hanya mensyaratkan satu hal: ketulusan taubat. Namun, taubat yang diterima memiliki syarat. Apa itu? Penyesalan yang mendalam, berhenti dari perbuatan maksiat, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya. Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka wajib segera dikembalikan haknya. Jika kita tidak mengembalikan hak tersebut hingga ajal menjemput, maka pada hari kiamat, hak tersebut akan diambil dari kebaikan kita. Ya Allah, jauhkan kami dari kerugian yang demikian mendalam! Marilah kita menatap masa lalu kita, segala kealpaan yang telah kita lakukan. Apakah kita masih terbuai dalam buaian dosa? Apakah hati kita masih keras membatu, tak tersentuh oleh peringatan-peringatan Allah? Padahal, kematian itu begitu dekat. Hari perhitungan itu pasti tiba. Surga yang penuh kenikmatan menanti orang-orang yang bertaubat, dan neraka yang penuh siksa mengintai mereka yang terus-menerus dalam kedurhakaan. Ya Allah, sesungguhnya kami telah berbuat zalim terhadap diri kami sendiri. Ampunilah kami, rahmatilah kami. Bukakanlah pintu hati kami untuk senantiasa merindukan ampunan-Mu, untuk senantiasa mengharap ridha-Mu. Jadikanlah setiap helaan nafas kami adalah dzikir, setiap langkah kami adalah ketaatan, dan setiap detik kami adalah kesempatan untuk mendekat kepada-Mu. Bapak, Ibu, Saudara sekalian, Renungkanlah betapa beruntungnya kita yang masih diberi kesempatan untuk bertaubat. Pintu ampunan-Nya selalu terbuka siap menyambut kita pulang. Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja. Segeralah kembali kepada Allah, sebelum penyesalan tiada guna. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →