Sabar menghadapi ujian Allah
E
Edi Kiswanto
26 April 2026
3 menit baca
0 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ} (البقرة: 153).
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian kaum muslimin yang dirahmati Allah Ta'ala.
Sungguh indahnya alam semesta nan terbentang,
Penuh rahmat dari Sang Maha Pencipta.
Mengarungi hidup laksana mengarungi lautan,
Ujian datang silih berganti tiada terduga.
Saudaraku seiman, seringkali kita bertanya-tanya, mengapa Allah mengirimkan cobaan? Mengapa ujian ini begitu berat terasa? Padahal kita telah berusaha keras menjalankan perintah-Nya. Perasaan lelah, kecewa, bahkan putus asa terkadang menghampiri. Namun, ingatlah, setiap ujian yang Allah timpakan, pasti ada hikmah di baliknya. Ia adalah cara Allah untuk mendidik, membersihkan dosa, meninggikan derajat, dan menguji sejauh mana keimanan kita.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 155-156:
{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ}
"Dan sungguh akan Kami samai kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."
Ayat ini mengajarkan kita sebuah kunci ajaib, yaitu ucapan *inna lillahi wa inna ilaihi raji'un*. Ucapan ini bukan sekadar kata-kata kosong, namun pengakuan total bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ini adalah bentuk tawakal dan penerimaan atas takdir-Nya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
"عجبا لأمر المؤمن، إن أمره كله خير، وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن، إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له، وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له."
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidaklah dimiliki oleh seorang pun kecuali oleh seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Jika ia mendapatkan cobaan, ia bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya."
Lihatlah, Saudaraku. Sabar dalam kesulitan adalah kebaikan, sama halnya syukur saat mendapatkan kemudahan. Keduanya adalah amal ibadah yang sangat dicintai Allah. Para ulama salaf terdahulu pun menjadikan sabar sebagai senjata menghadapi kerasnya kehidupan. Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, "Kesabaran adalah perhiasan bagi orang yang lapang dan pertolongan bagi orang yang ditimpa musibah."
Bagaimana bisa kita tidak sabar, sementara Allah bersama orang-orang yang sabar? Janji Allah itu pasti. Ujian ini, sekecil atau sebesar apapun, sejatinya adalah tarbiyah ilahiyah. Ia menguji keikhlasan hati, memperkuat fondasi iman, dan membersihkan diri dari dosa. Bayangkan seorang atlet yang harus berlatih keras, menahan sakit, demi meraih medali. Begitu pula kita, harus bersabar menghadapi latihan kehidupan dari Allah untuk meraih ridha dan surga-Nya.
Oleh karena itu, marilah kita renungkan kembali. Ketika kesulitan datang, tariklah napas dalam-dalam, ucapkan istighfar, dan ingatkan diri bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Perbanyaklah ibadah, perbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, serta yakini bahwa setiap tetes air mata kesabaran akan menjadi saksi di hadapan-Nya. Mari kita jadikan ujian ini sebagai tangga untuk mendekat kepada-Nya, bukan sebagai alasan untuk menjauh.
Semoga Allah Ta'ala menganugerahkan kepada kita kekuatan untuk bersabar dalam setiap ujian, menjadikannya sebagai sarana untuk lebih taat kepada-Nya, dan mengumpulkan kita kelak di surga dengan penuh keridaan-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.